Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi.(Dok. Antara)
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) meminta para penanammodal untuk tetap tenang dan tidak mengambil keputusan menjual saham semata-mata lantaran panik menyikapi gejolak pasar modal. Imbauan ini muncul setelah adanya pengumuman MSCI nan mengusulkan penurunan pengelompokkan pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa info nan datang mendadak tersebut perlu disikapi dengan kerasionalan berasas fakta. OJK telah menggelar serangkaian pertemuan dengan analis, manajer investasi, hingga biaya pensiun untuk memberikan penjelasan langsung guna meredam kekhawatiran pasar.
"Kami memahami respons awal, terutama dari penanammodal ritel domestik. Namun, info nan berimbang sesuai kebenaran kudu dihadirkan agar keputusan investasi tidak didasari oleh ketakutan nan tidak berdasarkan info lengkap," ujar Hasan di Jakarta, Selasa (20/10).
Sebagai langkah konkret, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menjadwalkan pertemuan dengan MSCI untuk membahas perhatian terhadap kondisi pasar domestik. OJK juga memutuskan untuk mempercepat reformasi integritas pasar modal dengan membuka komunikasi intensif berbareng penanammodal dunia dan regional guna menyempurnakan tata kelola serta transparansi.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menambahkan bahwa pihaknya menyiapkan sejumlah inisiatif baru untuk memperkuat pasar. Salah satunya adalah menambahkan info status hubungan pada publikasi kepemilikan saham sebesar 1% agar publik mendapatkan gambaran kepemilikan nan lebih transparan.
Selain itu, BEI berencana melakukan penyesuaian pada kalkulasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) bakal dikeluarkan dari kalkulasi IHSG, meski tetap dapat diperdagangkan di bursa.
"Kami bakal mengeluarkan seluruh saham high shareholding concentration dari kalkulasi IHSG agar indeks mencerminkan kondisi pasar nan lebih akurat," tegas Jeffrey. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan penanammodal dan menjaga stabilitas pasar modal Indonesia di tengah dinamika global. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·