OJK Dorong Inovasi Perbankan Syariah untuk Meningkatkan Inklusi Keuangan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

OJK Jabar sorong finansial syariah inovatif naikkan inklusivitas.

, BANDUNG, – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat mendorong sektor perbankan untuk berinovasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat guna meningkatkan inklusi finansial syariah di wilayah tersebut. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Ikhsan, Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK Jawa Barat, dalam aktivitas Jabar Islamic Economic Forum (JIEF) ke-10 di Bandung, Sabtu.

Ikhsan menekankan pentingnya penemuan dalam produk perbankan serta ekspansi jaringan instansi nan dapat menjangkau masyarakat hingga ke pelosok Jawa Barat. "Jaringan instansi nan dapat menjangkau seluruh pelosok perlu ditingkatkan untuk meningkatkan inklusi," ujarnya.

Selain itu, kerjasama dengan jaringan teknologi info (IT) juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat nan menginginkan jasa lebih simpel. "Kolaborasi dengan IT krusial agar jasa lebih sederhana dan lebih mudah diakses masyarakat," tambahnya.

Ikhsan juga menyoroti pentingnya menurunkan biaya jasa perbankan syariah agar lebih kompetitif dan menarik bagi masyarakat. "Biaya di perbankan syariah tetap lumayan dibandingkan konvensional. Tantangannya adalah menurunkan biaya agar jasa lebih luas," jelasnya.

Menurut Ikhsan, peningkatan inklusi finansial syariah juga dapat dicapai melalui obrolan dan sarasehan seperti JIEF, nan diadakan oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Barat. "Memperkenalkan finansial syariah kepada masyarakat dapat meningkatkan literasi dan inklusi," tuturnya.

Sebelumnya, OJK Jawa Barat melaporkan bahwa keahlian sektor jasa finansial (SJK) hingga Triwulan I 2026 menunjukkan ketahanan nan baik meskipun ada dinamika ekonomi dunia dan nasional. Perbankan tetap didominasi oleh jenis konvensional dengan "market share" aset sebesar 90,30 persen, DPK 89,40 persen, dan angsuran 88,58 persen. Sedangkan total aset BPR & BPRS di Jawa Barat mencapai Rp34,24 triliun, tumbuh 4,92 persen YoY.

Rasio NPL gross BPR dan BPRS memburuk dari 11,86 persen di Januari 2025 menjadi 13,63 persen di Januari 2026, sementara untung BPR dan BPRS mengalami penurunan signifikan pada Januari 2026.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional