Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap tetap maraknya praktik upaya gadai terlarangan di Indonesia. Hingga saat ini, ada 184 pelaku upaya gadai nan belum mengantongi izin upaya dari OJK.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengatakan aktivitas upaya gadai tanpa izin tetap ditemukan di beragam daerah.
Karena itu, OJK berbareng Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) terus memperkuat pengawasan terhadap praktik tersebut.
“Saat ini, terdapat 184 pelaku upaya gadai nan belum mengusulkan izin upaya kepada OJK. Kegiatan upaya gadai nan belum mempunyai izin upaya tetap ditemukan dan terus dilakukan upaya penanganan berbareng Satgas PASTI,” kata Agusman, dalam keterangan tertulis, Minggu (7/6).
Menurutnya, OJK telah menyiapkan penanganan untuk menekan keberadaan upaya gadai ilegal. Mulai dari penjelasan kepada pelaku usaha, hingga koordinasi dengan abdi negara penegak hukum.
"Klarifikasi kepada pelaku usaha, penghentian aktivitas usaha, pemblokiran situs alias media sosial, hingga penyampaian laporan info kepada abdi negara penegak norma andaikan diperlukan,” lanjut dia.
Agusman menjelaskan, rendahnya literasi finansial masyarakat tetap jadi salah satu penyebab utama masyarakat terjebak menggunakan jasa gadai ilegal. Selain itu, kemudahan akses nan ditawarkan pelaku upaya terlarangan juga menjadi aspek pendorong.
Agusman juga menyinggung akibat kenaikan suku kembang referensi Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,25 persen terhadap industri pergadaian.
Katanya, kenaikan BI Rate berpotensi meningkatkan biaya pendanaan perusahaan gadai, terutama nan mengandalkan pembiayaan dari perbankan dengan skema kembang floating rate.
"Kenaikan BI Rate berpotensi memengaruhi industri pergadaian, khususnya bagi perusahaan nan mempunyai sumber pendanaan dari perbankan dengan skema suku kembang floating,” tutur Agusman.
Meski demikian, Agusman menilai kenaikan BI Rate tidak serta-merta berakibat pada kembang nan dibebankan kepada nasabah. Dampaknya lebih terasa terhadap keahlian finansial perusahaan gadai.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·