Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons rencana tindakan korporasi PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC Indonesia) nan mengakuisisi lini upaya wealth management milik PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan OJK telah mengetahui rencana tersebut dan bakal mengawasi prosesnya secara ketat.
“OJK tentu telah mengetahui rencana akuisisi upaya International Wealth and Premier Banking milik HSBC Indonesia oleh OCBC Indonesia sebagaimana disampaikan dalam rilis resmi perusahaan,” kata Dian Ediana kepada kumparan, Selasa (5/5).
Dian menilai tindakan korporasi ini merupakan bagian dari tren penguatan jasa perbankan, khususnya di segmen pengguna kelas menengah atas.
“OJK memandang tindakan korporasi tersebut sebagai bagian dari strategi penguatan jasa wealth management dan perbankan prioritas, serta dinamika konsolidasi di industri perbankan,” kata dia.
Kata dia, OJK bakal memastikan proses melangkah sesuai patokan nan berlaku, dengan tetap mengedepankan stabilitas sistem finansial dan perlindungan nasabah.
“OJK bakal mengawal proses ini sesuai ketentuan nan bertindak melalui sistem perizinan dan penilaian, dengan tetap menekankan prinsip kehati-hatian, perlindungan nasabah, dan stabilitas sistem keuangan,” tutur Dian.
Sebelumnya, PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC Indonesia) telah menandatangani perjanjian dengan PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) untuk mengakuisisi aset dan liabilitas dari retail banking dan wealth management-nya di Indonesia alias International Wealth and Premier Banking (IWPB Indonesia).
Berdasarkan keterangan tertulis dari OCBC Indonesia, IWPB dibangun berasas proposisi jasa finansial dunia premium nan melayani pengguna ritel dan wealth, menawarkan produk dan jasa perbankan nan lengkap, serta wealth management nan disesuaikan dengan kebutuhan.
Portofolio ini mencakup simpanan nasabah, produk investasi, mencakup obligasi, reksa biaya dan asuransi, kartu kredit, serta retail loans, nan bakal memperdalam upaya wealth management OCBC Indonesia, sekaligus mendukung strategi Next Frontier OCBC Group dalam mendorong Franchise Shift.
Tanpa memperhitungkan one-off transaction costs, transaksi ini diperkirakan bakal memberikan akibat positif terhadap pendapatan bagi OCBC Indonesia setelah penyelesaian, nan diharapkan pada kuartal kedua 2027.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·