OJK Buka Suara soal Isu Kepemilikan Saham BCA oleh Haji Isam

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 15 Oktober 2026 |20:57 WIB

OJK Buka Suara soal Isu Kepemilikan Saham BCA oleh Haji Isam

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati perkembangan struktur kepemilikan saham dan pengendalian di industri perbankan nasional. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati perkembangan struktur kepemilikan saham dan pengendalian di industri perbankan nasional, termasuk rumor kepemilikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) nan dikaitkan dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad namalain Haji Isam.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa OJK mengawasi transaksi saham perbankan, terutama transaksi nan berpotensi mengubah pemegang saham pengendali (PSP), sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“OJK senantiasa mencermati setiap perkembangan mengenai kepemilikan saham dan struktur pengendalian bank. Dalam perihal terdapat transaksi nan berpotensi mengakibatkan perubahan pemegang saham pengendali bank, OJK bakal melakukan penilaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Dian dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).

Dian menekankan bahwa pengawasan terhadap tindakan korporasi bank nan berakibat sistemik (systemically important bank) tidak hanya berfokus pada perpindahan kepemilikan saham di pasar modal, tetapi juga mempertimbangkan stabilitas dan profil akibat bank secara menyeluruh.

“OJK tetap memastikan bahwa setiap perubahan kepemilikan dan pengendalian bank dilakukan sesuai dengan prinsip kehati-hatian, tata kelola nan baik, serta ketentuan mengenai kepemilikan dan pengendalian bank nan berlaku,” kata Dian.

Menurut Dian, pengawasan dari aspek kehati-hatian (prudensial) juga mencakup keterkaitan antara bank dan golongan upaya nan berada di bawah kendali pemegang saham. Aspek ini krusial untuk memitigasi potensi akibat nan dapat berakibat pada industri perbankan secara luas.

“Dari perspektif prudensial, perubahan kepemilikan alias pengendalian pada bank besar tidak hanya dilihat dari aspek transaksi sahamnya, tetapi juga dari potensi dampaknya terhadap profil akibat bank, konsentrasi eksposur, transaksi dengan pihak terkait, kualitas penerapan tata kelola, serta keterkaitan antara bank dengan golongan upaya nan berada di bawah pengendalian pemegang saham,” jelas Dian.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑