OJK, BEI dan KSEI Rampungkan Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

OJK, BEI dan KSEI Rampungkan Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia

BEI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pasar modal Indonesia sekarang mempunyai tingkat transparansi dan granularitas info nan lebih unggul dibandingkan sejumlah yurisdiksi global.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan kelebihan tersebut tercermin dari beragam kebijakan reformasi nan telah diimplementasikan sepanjang 2026.

"Kebijakan nan ditempuh OJK berbareng SRO dalam penyelesaian 4 proposal ini telah selaras dengan standar dan praktik nan bertindak di beragam yurisdiksi global. Indonesia apalagi telah tercatat lebih unggul dalam perihal transparansi dan granularisasi info ini di antaranya menyediakan kesiapan info kepemilikan saham sampai pemisah di atas 1 persen," ujarnya dalam konvensi pers RDKB secara virtual, Senin (6/4/2026).

Hasan mengatakan, salah satu langkah konkret adalah publikasi info kepemilikan saham perusahaan terbuka melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) nan mulai tersedia sejak 3 Maret 2026. Data tersebut memungkinkan penanammodal mengakses info kepemilikan saham secara lebih terbuka.

Selain itu, OJK berbareng Self-Regulatory Organization (SRO) juga mengimplementasikan pengumuman High Shareholding Concentration (HSC) sebagai early warning mechanism. Melalui skema ini, penanammodal dapat mengidentifikasi saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan tinggi alias likuiditas terbatas.

Penguatan juga dilakukan pada sisi granularitas info investor. OJK telah menyetujui peningkatan pengelompokkan penanammodal menjadi 39 tipe, nan sekarang telah tersedia dan dipublikasikan secara rutin melalui situs BEI sejak 1 April 2026.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com