Jakarta -
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengkaji akibat keluarnya sejumlah saham dari indeks MSCI terhadap portofolio investasi perusahaan asuransi. Kajian juga dilakukan di tengah tren pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, pihaknya sedang mendata perusahaan asuransi mana saja nan mempunyai saham nan dikeluarkan dari indeks MSCI.
"Kami sedang mengkaji lebih dalam akibat daripada penurunan nilai investasi bagi perusahaan asuransi, siapa saja nan kena, siapa nan mempunyai saham-saham MSCI nan dikeluarkan dan sebagainya, nilainya berapa itu sedang kami kaji lebih lanjut," jelas Ogi dalam Bisnis Indonesia Big Financial Insight di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, sebanyak 18 saham Indonesia terdepak dari indeks MSCI. Rebalancing MSCI mulai bertindak setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026.
Pengawasan terhadap investasi sekarang menjadi salah satu konsentrasi OJK dalam membenahi industri perasuransian. Sebab, sejumlah kasus kegagalan perusahaan asuransi pada masa lampau banyak dipicu oleh keputusan investasi nan tidak tepat.
Ia menjelaskan, sebelumnya pengawasan lebih banyak berfokus pada produk asuransi, penjualan polis, dan pembayaran klaim. Sementara pengelolaan investasi perusahaan asuransi belum menjadi perhatian utama.
"Yang kita belum melakukan selama ini adalah mengenai dengan gimana perusahaan asuransi melakukan investasi terhadap portfolionya. Dulu nan kita awasi hanya produk, penjualan daripada polis, kemudian klaimnya, di tengah-tengahnya itu investasi itu nggak pernah kita lihat," ujar Ogi.
Ia mengungkap sejumlah praktik investasi nan dilakukan kepada perusahaan dalam satu grup upaya maupun melalui sistem pasar negosiasi nan dinilai kurang transparan. Ke depan, sebut Ogi, OJK bakal memperkuat pengawasan terhadap aktivitas investasi perusahaan asuransi.
"Nah itu nan menjadi perbaikan kami, berfaedah pengawasan investasi menjadi bagian nan penting. Karena kegagalan perusahaan-perusahaan asuransi nan terjadi itu itu penyebabnya rupanya investasi nan salah," tuturnya.
(ily/hns)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·