Jakarta - Peran wanita Indonesia perlu terus diperkuat agar semakin berkontribusi dalam pembangunan nasional. Perempuan dinilai mempunyai peran penting, mulai dari menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, mendorong pertumbuhan ekonomi, hingga memperkuat ketahanan sosial di tengah percepatan transformasi digital.
Hal tersebut menjadi benang merah dalam webinar berjudul 'Kartini Masa Kini: Perempuan, Pengetahuan, dan Perubahan' nan digelar OJK di Jakarta, Selasa. Kegiatan ini dihadiri Friderica Widyasari Dewi dan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, serta diikuti lebih dari 5.000 peserta secara online.
Menurut Friderica, wanita Indonesia mempunyai kontribusi krusial dalam menjaga stabilitas sektor keuangan. Peran tersebut tidak hanya terlihat di lingkup keluarga, tetapi juga dalam bumi ahli dan beragam sektor strategis lainnya.
"Tentu peran dan kontribusi kepemimpinan wanita sangat krusial dan strategis, baik itu dalam lingkup keluarga, profesional, dan seluruh sektor lainnya. Kemudian peningkatan kesejahteraan finansial dan menjaga trust sebagai tujuan utama transformasi di sektor jasa finansial menuju Indonesia Emas 2045, nan saya percaya juga banyak didukung oleh para wanita di sektor jasa keuangan," kata Friderica dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).
Friderica juga menekankan pentingnya penguatan kapabilitas perempuan. Menurutnya, literasi, pengetahuan, dan keahlian menjadi bekal krusial agar wanita dapat meningkatkan kesejahteraan family sekaligus melindungi diri dari beragam akibat kejahatan keuangan.
"Semua peran krusial wanita nan sangat luar biasa, dan kudu kita dukung dan kita equip mereka dengan literasi, pengetahuan, keahlian, keahlian nan bisa mendukung mereka mencapai kesejahteraan keluarga, maupun setidaknya melindungi mereka dari beragam scam dan penipuan," tegasnya.
Sementara itu, Meutya Hafid mengatakan wanita mempunyai peran nan semakin besar dalam ekosistem ekonomi dan digital nasional. Ia menilai keterlibatan wanita krusial untuk memastikan transformasi digital melangkah secara inklusif dan aman.
"Peran wanita bakal semakin dahsyat lagi semakin besar lagi di sektor ekonomi alias menopang pertumbuhan ekonomi negara," tambah Meutya.
Meutya menambahkan, ada sejumlah tantangan nan perlu dihadapi wanita dalam ekosistem digital dan ekonomi. Salah satunya adalah kejahatan finansial nan kerap menyasar perempuan.
"Nah gimana ketika kita masuk tidak hanya aksesnya nan dibuka tapi perlindungan terhadap wanita di wilayah itu juga dijaga dengan baik," kata Meutya.
Menurut Meutya, Kementerian Komunikasi dan Digital saat ini juga tengah menggencarkan beragam program perlindungan anak nan turut berakibat terhadap perempuan.
Webinar ini diikuti peserta dari beragam kalangan, mulai dari insan OJK, pelaku industri jasa keuangan, akademisi, media, hingga masyarakat umum. Antusiasme tersebut menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap penguatan peran wanita dalam pembangunan ekonomi dan transformasi digital.
OJK menilai pemberdayaan wanita melalui peningkatan kapasitas, akses, dan perlindungan menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pembangunan nasional nan inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Ke depan, OJK bakal terus memperkuat sinergi dengan beragam pemangku kepentingan untuk mendorong wanita berkedudukan sebagai pemasok perubahan dalam pembangunan ekonomi nasional.
(akn/ega)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·