
Ilustrasi nyeri haid. (Foto: dok freepik)
JAKARTA - Dismenore alias nyeri menstruasi adalah rasa tidak nyaman nan muncul sebelum hingga selama menstruasi. Intensitas nyeri nan dirasakan setiap wanita bisa berbeda, mulai dari ringan hingga cukup mengganggu.
Meski sering dianggap sebagai keluhan bulanan nan wajar, nyeri menstruasi tetap perlu dipahami dengan baik. Karena ada beberapa nyeri nan berkarakter abnormal. Agar tidak salah mengartikan sinyal tubuh, yuk, kenali lebih dalam seperti apa nyerinya.
Faktor Terjadinya Dismenore
Nyeri menstruasi bisa terjadi akibat adanya kontraksi rahim selama menstruasi. Kontraksi ini dipicu peningkatan hormon prostaglandin nan fungsinya meluruhkan lapisan tembok rahim. Karena itu, timbul rasa nyeri nan biasanya ada pada perut bagian bawah.
Namun, ada beberapa aspek penyebab dismenore nan lebih serius seperti berikut:
1. Endometriosis
Endometriosis terjadi saat jaringan nan mirip lapisan rahim tumbuh di luar tempatnya, misalnya indung telur, tuba falopi, alias rongga panggul. Jaringan ini bereaksi terhadap hormon menstruasi sehingga menebal dan memicu perdagangan.
Karena jaringan berada di tempat nan tidak seharusnya, tubuh bereaksi dengan meradang dan pembentukan jaringan parut. Akibatnya, wanita dengan endometriosis merasakan kram perut nan lebih hebat.
2. Fibroid Rahim
Disebut juga dengan miom, merupakan benjolan jinak nan tumbuh pada tembok rahim dan sering terjadi saat tahun reproduktif perempuan. Tumor jinak ini tidak berkarakter kanker, tapi jika ukurannya membesar bakal menimbulkan rasa nyeri.
Fibroid juga menjadi penyebab tekanan di panggul dan gangguan menstruasi seperti pendarahan nan lebih banyak dan lama. Karena kontraksi rahim saat menstruasi perlu lebih kuat untuk bisa mengeluarkan lapisan rahim nan memperparah kram.
3. Radang Panggul
Infeksi nan terjadi pada organ reproduksi perempuan, termasuk rahim, tuba falopi, dan ovarium. Penyebab utamanya adalah kuman menular seksual alias jangkitan lainnya.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·