Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

loading...

Bos Nvidia sebut laptop era sekarang bakal berubah jadi R2D2 di movie Star Wars. Foto: ist

TAIWAN - Nvidia akhirnya mengenalkan "superchip" RTX Spark berbasis Arm untuk sistem operasi Windows. Cita-citanya bukan lagi sekadar membikin laptop cepat. Tapi, menciptakan pelayan AI pribadi nan selalu bekerja untuk Anda.

Selama bertahun-tahun, pertarungan prosesor komputer (PC) terasa membosankan. Intel melawan AMD. Ukurannya selalu sama: berapa jumlah inti prosesornya (core), seberapa sigap larinya, dan seberapa lembut thread-nya. Tapi Nvidia tidak mau ikut permainan lawas itu.

Mereka baru saja melempar peledak di arena Computex 2026, Taiwan.

Bom itu berjulukan RTX Spark. Ini adalah system-on-a-chip (SOC) berbasis Arm pertama dari Nvidia untuk laptop dan PC ringkas (mini PC) konsumen ber-OS Windows 11.

Ini menarik. Kalau Anda bicara komputer alias laptop, rajanya pasti x86. Ini adalah arsitektur milik Intel dan AMD.

Tapi jika Anda bicara soal smartphone, tablet, alias smartwatch, rajanya adalah Arm.

Nah, Nvidia bikin SoC Arm nan sangat powerful. Chip tersebut menggabungkan CPU 20-core (hasil rancangan Mediatek) dengan 6.144 inti CUDA berbasis arsitektur GPU Blackwell.

Kemampuannya diklaim setara dengan GPU laptop RTX 5070, namun dengan konsumsi listrik nan jauh lebih irit.

Kekuatan komputasinya menembus nomor 1 petaflop (satu kuadriliun operasi per detik). nan membuatnya makin spesial, CPU dan GPU ini bisa berbagi memori RAM (unified memory) super besar, mulai 16GB hingga mentok di nomor 128GB.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews