Nostalgia Motor Yamaha Robot

Sedang Trending 48 menit yang lalu
Ilustrasi motor Yamaha V80. Foto: Gemini AI

Suatu pagi belum lama berselang. Di laman rumah, ketika mengantar Si Sulung berangkat bekerja sekitar pukul 6.30 WIB. Saya memandang tetangga nan bekerja sebagai satuan petugas keamanan sebuah madrasah swasta, sehabis bekerja semalaman, pulang mengendarai sepeda motor klasik Yamaha V80 warna hijau. Dia melintas persis di samping motor anak saya. Ada anggukan kepala saat memandang saya.

Tidak biasanya, tetangga nan tinggal di rumah nan jaraknya hanya di antarai sebuah rumah nan tidak berpenghuni dan sebuah rumah lagi dari deretan rumah saya itu, mengendarai sepeda motor nan mendapat julukan Yamaha Robot tersebut. Ini baru pertama kali saya melihatnya. Tapi, bukan perihal itu nan menjadi pengait utama perhatian saya. Melainkan konsentrasi saya terarah pada motor jadul tersebut.

Semasa saya duduk di bangku kelas terakhir SMP Negeri 1 Salatiga. Itu terjadi pada Tahun Ajaran 1979/1980. Ayah dan ibu membelikan saya sebuah sepeda motor Yamaha V80 warna hijau. Kemudian kendaraan bermotor roda dua itu saya pakai terus hingga melintasi masa berguru di SMA Negeri 1 Salatiga dari Tahun Ajaran 1980/1981 hingga 1983/1984.

Sebelum kuliah ke Semarang, lantaran beragam pertimbangan motor itu terpaksa dijual. Alhamdulillah, saya mempunyai waktu hingga kisaran tiga tahunan membersamai Yamaha V80 itu. Banyak kenangan terajut, mulai nilai motor nan hanya di nomor nominal Rp400.000-an kala itu. Harga bensin hanya Rp250 per liter saat itu. Hingga kesempatan dolan berbareng teman-teman sekolah saat Sabtu malam alias hari libur. Nonton di bioskop juga nan sering memutar film-film kungfu. Sebagian besar tempat kejadian di sekitar Salatiga, Jawa Tengah.

Legendaris

Berbincang soal sepeda motor bebek 2-Tak legendaris nan pernah menjadi idola, sejarah otomotif dunia pun tidak bakal ragu mengarahkan jari telunjuknya, salah satunya kepada Yamaha V80. Hasil produksi dari Yamaha Motor Co.,Ltd. Dipasarkan di Indonesia pada 1978 - 1986. Dengan sentuhan jenis seperti V80 Excellent nan datang di sesi mendekati pamungkas dalam tahun-tahun produksinya.

Motor Yamaha V80 menggunakan mesin 2-Tak 79 (ada nan menyebutnya 80) Cubic Centimeter (CC), Sistem Transmisi 3 Percepatan, dan menjadi terkenal kehadirannya pada saat itu lantaran perawatannya nan boleh terbilang relatif gampang. Dahulu, pada masanya, merupakan pesaing nan relatif andal di kelas motor bebek. Penyebutan ini bisa jadi lantaran kreasi bodi dan corak sayap depannya menyerupai tubuh bebek. Terutama jika dilihat dari samping.

Dewasa ini, Yamaga V80 tetap terkenal dalam kapabilitas statusnya sebagai motor klasik untuk koleksi para pencintanya. Motor jadul ini merupakan generasi penerus dari seri V nan lebih dulu hadir, ialah Yamaha V50 dan V75. Dan, realitas kala itu menjadi saksi sungguh dia layak menerima pengakuan sebagai pesaing utama motor bebek Honda.

Siapa pun pemerhati sejarah otomotif motor bebek di Tanah Air pastilah tidak bakal mempertanyakan kebenaran, bahwa motor bebek (step-through) Honda telah datang terlebih dulu lewat model Honda Super Cub C100 pada awal dasawarsa 1960-an dan menjadi pelopor kreasi tersebut. Kemudian pada 1973, Yamaha dengan V50 baru menyusul. Datang langsung dari Jepang secara completely built-up (CBU). Diimpor secara utuh, lengkap, dan siap pakai dari negara produsennya.

Kehadiran motor Honda nan sudah terlebih dulu itu, sampai-sampai dalam percakapan sehari-hari di kalangan penutur bahasa Jawa (terutama generasi orang tua saya) memunculkan semacam produktivitas lingual. Yaitu penggunaan jenama motor itu sebagai kode verbal nan referensnya (maksud nan menjadi rujukan) adalah sepeda motor itu sendiri tanpa memedulikan mereknya.

Pernah ada masanya, seorang ayah alias ibu memperingatkan anaknya, dengan ukara (kalimat) bahasa Jawa, “Nang, kae lo hondane sing ning latar gage dileboke ning njero ngomah. Tak sawang mendhunge wis ndedhet. Sedhela meneh udan” (“Nang (sebutan untuk anak lelaki) itu lo honda nan di halaman, segera dimasukkan ke dalam rumah. Kulihat mendung makin tebal. Sebentar lagi pasti bakal turun hujan”).

Dari perintah orang tua sebagaimana contohnya terkutip pada paragraf di atas, terdapat penggunaan kata “honda” nan tidak merujuk pada jenama alias identitas merek tetapi menggantikan referens barang berupa “kendaraan bermotor berjantera dua”. nan mengundang senyum, jika sepeda motor itu bermerek lain, seperti Suzuki, Kawasaki, alias nan lain termasuk Yamaha, tetap dengan rasa percaya diri dan mantap mereka sebut sebagai “honda”.

Motor Yamaha V80 mengalami proses produksi secara dunia dan merambah pasar Asia, Eropa, dan Amerika Latin seperti halnya di Indonesia, berada dalam ranah sejarah otomotif pada rentang waktu dari tahun 1978 hingga 1986. Mesin 2 Tak berkapasitas 79 (ada nan menyebut 80) CC itu mempunyai satu silinder dan pendingin udara.

Ilustrasi motor Yamaha V80. Foto: Gemini AI

Mesin Yamaha V80 dapat menghasilkan tenaga kuda (horsepower/Hp), dengan ukuran seberapa kuat mesin mendorong motor di kisaran nomor \(6,7 \text{ Hp}\). Dengan kapabilitas tersebut, sepeda motor ini relatif berkekuatan lincah. Lebih dari cukup untuk menempuh jalan santuy di wilayah perkotaan. Dalam kondisi prima, bisa melaju dengan kecepatan 90 kilometer per jam.

Transmisi Semi-Otomatis 3-Percepatan. Sistem perpindahan gigi tidak memerlukan tuas kopling tangan. Pengendara cukup dengan menginjak tuas gigi tiga percepatan maju (gigi 1, 2, 3). Sangat mudah pengoperasiannya, mirip motor bebek generasi nan lebih muda (Jupiter/Supra). Tinggal menginjak tuas gigi ke depan untuk meningkatkan gigi (Netral - 1 - 2 - 3). Dan, menginjak ke belakang saat menurunkan gigi.

Ketika macet alias berhenti, pengendara tidak perlu mengkhawatirkan jika terjadi mesin meninggal kendatipun tidak ada kelengkapan kopling. nan terbilang unik, motor Yamaha V80 ini menggunakan sistem rotary. Dari gigi 3, jika pengendara menginjak lagi bakal kembali ke posisi Netral. Hal ini bakal memudahkan manakala berakhir di lampu pengatur lampau lintas.

Pendek kata, Yamaha V80 merupakan salah satu motor bebek jadul nan sangat simpel dalam langkah pengoperasiannya. Terlebih tanpa kopling. Fleksibel untuk memenuhi aktivitas harian dan terkenal irit bensin untuk ukuran zamannya. Klaim dari produsen, dengan satu liter bensin bisa untuk menempuh perjalanan 70 hingga 72 kilometer. Untuk generasi selanjutnya, produsen Yamaha V80 mulai mengangkat sistem pengapian Capacitor Discharge Ignition (CDI). Pula tersedia jenis spesial, ialah Yamaha V80 Excellent, nan datang belakangan di kisaran tahun 1987 - 1988.

Tren Restorasi

Dewasa ini, motor Yamaha V80 ada nan beruntung berada di tangan nan tepat. Alih-alih mengalami pembiaran dan penelantaran menjadi peralatan rongsokan, justru mendapatkan sentuhan restorasi sehingga berkuasa menempatkan diri dalam posisi keberadaan sebagai motor klasik nan laik koleksi.

Pada eranya dahulu, motor Yamaha V80 banyak nan mengakui kemudahannya dalam perawatan dan pengoperasiannya. Popularitas di aspek inilah nan memberikan penobatannya sebagai ikon motor bebek di Indonesia. Oleh lantaran itu, tidak mengherankan jika terdapat tidak sedikit organisasi pencinta sepeda motor Yamaha V80, termasuk seri V75.

Ilustrasi motor Yamaha V80. Foto: Gemini AI

Basis para penggemarnya relatif solid dan aktif, teristimewa lantaran kepopuleran tren restorasi motor klasik 2-Tak. Tren ini tengah menemukan puncak peminatannya di Indonesia dewasa ini. Nostalgia dan sekaligus nilai investasi menjadi tenaga sorong perealisasiannya. nan menjadi konsentrasi utama dari tren ini, ialah memulangkan bentuk motor ke corak original (original) dengan suku cadang New Old Stock (NOS).

Suku cadang baru stok lama, itulah bahasa sederhananya. Dikatakan peralatan baru (new), lantaran pada kenyataannya belum pernah dipasang alias belum pernah digunakan pada motor sejenis mana pun sebelumnya. Namun bisa juga dikatakan peralatan lama alias stok lama (old stock), lantaran telah diproduksi puluhan tahun lampau dan tidak lagi diproduksi oleh pabriknya.

Kondisi suku cadang itu pada umumnya tetap di dalam bungkusan aslinya alias tersegel. Hanya kemasannya telah tampak usang lantaran kelewat lama menghuni gudang. Pendek kata, NOS adalah suku cadang orisinal (asli) nan diproduksi berbarengan pada era motor klasik itu dan sekarang sudah tidak diproduksi lagi oleh pabriknya. Kemudian dibeli oleh pencinta motor klasik sebagai pengganti suku cadang nan tingkat kerusakannya sudah tidak dapat disiasati lagi.

Tren restorasi motor klasik 2-Tak itu juga termasuk Yamaha V80. Kendaraan bermotor roda dua bebek lawas ini menjadi salah satu pilihan favorit lantaran desainnya nan begitu unik, mudah menerima sentuhan modifikasi, dan mempunyai nilai nostalgia nan tinggi.

Motor Yamaha V80 menjadi pilihan terkenal untuk menerima tindakan restoratif berbareng motor-motor 2-Tak lainnya, seperti Suzuki RC100, Yamaha Force 1, dan F1ZR. Tidak sedikit pencinta nan merestorasi Yamaha V80 ke keadaan orisinal untuk menghidupkan kembali masa lampau nan berlepotan nostalgia nan indah.

Tantangan nan mengadang pekerjaan restorasi, ialah prosesnya nan acapkali berat. Meliputi perbaikan kerangka mesin nan sudah karatan alias mengalami pengeroposan. Bahkan, hingga mesin meninggal total. Meskipun demikian, hasil akhirnya sangat mendapatkan apresiasi nan memadai para kolektor. Di samping itu, komponen motor, contohnya membran, kerap kali kompatibel dengan model Yamaha nan lain, macam Alfa, Champ, dan Sigma. Dengan demikian, mempergampang pencarian suku cadang.

Proses restorasi terhadap motor Yamaha V80 biasanya terarahkan terhadap konsentrasi nan memberikan penonjolan pada corak “robot” kaku dan mengkotak nan unik pada era 1978 hingga pengujung akhir dasawarsa 1980-an. Adapun organisasi pencinta motor jadul ini biasanya berbasis media sosial, seperti di FaceBook alias WhatsApp. Mereka berkumpul dan berbagi info di sini. Bisa sekadar berbagi unggahan foto alias bisa pula berbagi info tentang bengkel dan tips teknis.

Sebut saja Komunitas Pencinta Yamaha V75/V80 Surabaya - Sidoarjo. Kemudian Komunitas Yamaha V70/V80 Jakarta. Terdapat pula Komunitas Yamaha V75/V80 Jawa Timur. Pun ada Komunitas Yamaha V Series Indonesia. Aktivitas nan pada umumnya mereka lakukan, seperti kopi darat, pertemuan rutin antaranggota guna merawat relasi silaturahmi dan membahas seputar motor nan mereka sayangi bersama.

Kegiatan lain berupa saling membagikan tips, trik, info mengenai perbaikan mesin, baik jenis platina maupun CDI, agar tetap prima ketika para pencinta mengoperasikannya. Berikut tentang berbagi kisah upaya restorasi bodi agar kembali orisinal alias melakukan modifikasi sesuai dengan pilihan selera individual masing-masing.

Hubungan antaranggota organisasi juga terekspresikan melalui saling berbagi info tentang suku cadang nan relatif langka. Bisa juga terwujud dengan transaksi komponen copotan nan original demi keperluan restorasi motor. Di samping itu, juga menyelenggarakan perjalanan berbareng sembari menikmati berkendara dengan motor Yamaha jadul. Kadang, melengkapi aktivitas dengan hormat sosial untuk memperkokoh solidaritas antaranggota, antarpengendara di luar komunitas, ataupun membantu masyarakat.

Yamaha Robot

Ilustrasi motor Yamaha V80. Foto: Gemini AI

Motor Yamaha V80 mempunyai corak ikonik berkah desainnya nan khas, unik, mengkotak dan presisi mulai dari lampu utama, bodi samping, hingga bagian belakang. Gaya kreasi ini menyerupai corak robot pada dasawarsa 1980-an. Oleh lantaran itu, dia mendapat julukan Yamaha Robot.

Tidak sebagaimana lazimnya motor bebek nan mempunyai lekukan halus, motor Yamaha V80, terutama model Super Deluxe 1987 - 1988, desainnya lebih memanjakan kekuasaan garis lurus dan perspektif tajam. Bentuk lampu sein, lampu depan (headlamp), spakbor, jok, hingga lampu rem belakang (stop lamp), menyuarakan keseragaman estetika mengkotak.

Yamaha Robot mempunyai nilai nostalgia nan susah terhapus dari ingatan kolektif mereka nan tumbuh pada dasawarsa 1980-an hingga 1990-an. Bagi pencinta otomotif di Indonesia, motor bebek 2-Tak ini bukan sekadar kendaraan bermotor nan menunaikan kegunaan sebagai perangkat transportasi semata. Ia mempunyai nilai nostalgia nan tinggi. Ia merupakan ikon kenangan masa lampau nan sekarang kembali hidup menjadi klangenan.

Selain menjadi ikonik berkah kreasi robotnya, Yamaga V80 pada eranya merupakan motor nan sering tampak berseliweran sehari-hari di jalanan untuk memenuhi beragam aktivitas, seperti bersekolah, bekerja, dan beragam keperluan keluarga. Ia juga merepresentasikan hasil rancangan kendaraan nan memuat simbol kesederhanaan, fungsionalitas di pelbagai medan aktivitas, dan kemudahan perawatan.

Motor Yamaha V80 Excellent merupakan jenis unik hasil produksi 1987 - 1988 nan paling banyak menjadi sasaran sasaran para kolektor. Terlebih lagi, tidak sedikit nan tersedia dalam.kondisi terawat dan orisinal. Kalaupun dewasa ini, motor jadul tersebut tetap sesekali tampak ada orang nan mengendarainya di jalanan, dia bukan lagi merupakan kendaraan bermotor roda dua nan utama. Melainkan telah bersalin kegunaan sebagai klangenan alias penglipur rasa kangen bagi pemiliknya nan sesekali hendak memanggili kembali romantisme di masa silam.

Ikonisitas motor Yamaha V80, tak pelak lagi seperti telah tersebut pada uraian terdahulu terletak pada kreasi serbakotak (robotik). Keunikan lain adalah model jok pada jenis awal, produksi akhir dasawarsa 1970-an hingga awal 1980-an. Jok nan dipasang terpisah antara pengendara dan pemboncengnya. Lazim disebut jok cagak.

Ilustrasi motor Yamaha V80. Foto: Gemini AI

Hal-hal ikonik lain nan dapat didudah dari motor Yamaha V80, ialah bodi nan ramping. Berlainan dari kreasi motor sekarang nan condong tajam dan besar. Juga aspek kelangkaan nan berbaur nostalgia. Karena sudah tidak diproduksi lagi, dia menjadi ikonik dengan keantikan performanya. Proses restorasi nan terkadang melangkah mengikuti rute penuh kelok liku kesulitan, menjadikan motor jadul ini berbobot seni dan nostalgia tinggi.

Hal ikonik selanjutnya adalah mengenai warna. Motor Yamaha V80, teristimewa jenis Excellent alias Super Deluxe, mempunyai sejumlah jenis warna, ialah biru metalik, hijau metalik, merah marun, dan putih. Paduan warna nan biasa menyertai, ialah aksen krom dan striping minimalis nan menebarkan pesona impresi klasik.

Warna biru metalik merupakan favorit dan ikonik. Sementara itu, hijau metalik kerap masuk kategori warna langka nan banyak menerima rengkuh pencarian para pencinta. Lalu jenis merah marun menjadi warna cerah unik motor klasik Yamaha. Dan, ketika putih nan mendominasi performa mengangsurkan tampilan nan bersih. Warna-warna dominan ini dapat menemukan kombinasi artistik dengan cat duco alias piloks dalam proses restorasi.

Kendatipun ada beberapa pilihan warna dominan, Yamaha V80 lebih identik dengan warna biru. Berlainan dengan sejumlah seri lain nan lebih dominan meletakkan performa pada warna merah. Yah, sekali lagi Yamaha V80 begitu identik dengan kekuasaan warna biru, terutama biru metalik. Sebab, warna ini merupakan jenis jagoan (signature). Paling terkenal dirilis pabrik produsen pada masanya.

Warna biru metalik kerap berada di dalam ranah anggapan, paling ikonik dari seri Yamaha V80 Excellent. Para kolektor motor jadul menargetkan buruan utamanya pada warna biru metalik tersebut. Pada eranya Yamaha V80 Excellent kerap mendapatkan perilisan dengan performa kombinasi biru metalik nan menarik, sehingga menyebabkannya tampak menonjol di jalanan dan erat melekat di ingatan pencinta motor bebek.

Ini bisa jadi mengenai dengan kandungan filosofi warna nan menjadi pilihan brand. Biru bagi Yamaha merupakan lambang dari semangat bergerak cepat, memenuhi tuntutan perguliran laju penemuan teknologi otomotif, dan kepercayaan diri dalam menembus barikade tantangan. Walaupun tidak semua seri V80 biru, warna biru unik (factory racing blue) telah berada di ruang identitas Yamaha pada arena balap dunia. Dengan demikian, ini mempertegas gambaran Yamaha sebagai motor biru.

Varian warna nan lain memang tersedia. Akan tetapi, biru metalik menjadi simbol nostalgia paling kuat. nan dulu saya miliki semasa SMA adalah motor Yamaha V80 warna hijau metalik. Dewasa ini nan warna hijau metalik juga menjadi sasaran kolektor motor antik (vintage) lantaran langka. Ada sentuhan impresi klasik unik dan terasa lain daripada nan lain. Salah satu pilihan warna nan menghamburkan daya pikat bagi pencari estetika klasik orisinal. Dan, kerap pula muncul sebagai bahan ulasan di kalangan para pencinta motor klasik tersebut.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan