Non Probability Sampling: Pengertian, Jenis, dan Cara Menggunakannya

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

non probability sampling – Halo, Grameds! Dalam penelitian, kita pasti sering berhadapan dengan dua teknik dasar pengambilan sampel: probability sampling dan non probability sampling.

Nah, kali ini kita bakal membahas secara komplit tentang non probability sampling. Artikel ini bakal membahas mulai dari pengertian, ciri-ciri, jenis, hingga contoh tabel nan bisa Anda jadikan referensi.

Yuk, Grameds, simak penjelasannya berikut ini!

Apa Itu Non Probability Sampling?

Non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana setiap personil populasi tidak mempunyai kesempatan nan sama alias kesempatan tersebut tidak diketahui. Dengan kata lain, sampel dipilih secara subjektif oleh peneliti berasas pertimbangan tertentu.

Dalam penelitian sosial, pendidikan, bisnis, hingga pemasaran, teknik ini sering digunakan lantaran lebih cepat, murah, dan praktis. Terutama ketika populasi susah diakses, tidak terdata dengan baik, alias penelitian memerlukan responden dengan karakter khusus.

Ciri-Ciri Non Probability Sampling

Agar lebih paham, berikut adalah karakter umum non probability sampling nan perlu Anda ketahui, Grameds:

  • Responden dipilih berasas pertimbangan peneliti, bukan secara acak.
  • Tidak bisa menghitung probabilitas tiap personil populasi untuk terpilih.
  • Lebih elastis dan cocok untuk penelitian kualitatif.
  • Tidak dapat digeneralisasi ke populasi secara kuat.
  • Lebih sigap dan irit biaya.

Jenis-Jenis Non Probability Sampling

Teknik ini mempunyai beberapa jenis nan umum digunakan peneliti. Berikut penjelasan lengkapnya agar Anda lebih mudah menentukan nan mana paling cocok untuk penelitianmu, Grameds.

1. Convenience Sampling

Ini adalah teknik pemilihan sampel berasas siapa saja nan paling mudah ditemui. Peneliti memilih responden nan tersedia, dekat, alias mudah dihubungi.

Contoh:
Menyebarkan kuesioner kepada kawan kampus lantaran mereka mudah dijangkau.

2. Purposive Sampling

Teknik ini digunakan ketika peneliti memilih sampel berasas kriteria tertentu nan relevan dengan penelitian.

Contoh:
Hanya mewawancarai pembimbing Bahasa Inggris nan sudah mengajar lebih dari 5 tahun.

3. Quota Sampling

Peneliti menentukan kuota alias jumlah tertentu dari setiap kategori sampel, kemudian memilih responden nan memenuhi kuota tersebut.

Contoh:
60 responden wanita dan 40 laki-laki untuk total 100 sampel.

4. Snowball Sampling

Digunakan saat peneliti susah menemukan responden. Responden pertama bakal merekomendasikan responden berikutnya, dan seterusnya.

Contoh:
Penelitian organisasi tertutup seperti pecandu alkohol alias golongan tertentu.

5. Self-Selection Sampling

Responden memilih dirinya sendiri untuk terlibat dalam penelitian.

Contoh:
Mengisi survei online melalui iklan IG nan terbuka untuk umum.

Jenis Non Probability Sampling

Berikut adalah ringkasan jenis-jenis non probability sampling untuk menambah pengetahuanmu.

Jenis Teknik Cara Memilih Sampel Kelebihan Kekurangan
Convenience Responden nan paling mudah dijangkau Cepat & murah Bias sangat tinggi
Purposive Berdasarkan kriteria tertentu Lebih relevan Subjektif
Quota Menentukan kuota tiap kategori Terstruktur Tidak acak
Snowball Rekomendasi dari sampel sebelumnya Cocok populasi sulit Pertumbuhan sampel tidak terkontrol
Self-Selection Responden mendaftar sendiri Banyak info masuk Bias motivasi

Kapan Non Probability Sampling Digunakan?

Teknik ini cocok digunakan ketika:

  • Populasi susah ditemukan.
  • Tidak ada daftar populasi lengkap.
  • Penelitian berkarakter eksploratif.
  • Waktu dan anggaran terbatas.
  • Fokus penelitian lebih pada kedalaman data, bukan generalisasi.

Jadi, buat Grameds nan sedang menyusun tugas akhir alias riset kecil-kecilan, metode ini bisa menjadi pilihan nan tepat.

Perbedaan Non Probability Sampling vs Probability Sampling

Berikut adalah perbedaan non probability sampling vs probability sampling.

Aspek Non Probability Sampling Probability Sampling
Peluang Terpilih Tidak diketahui Sama dan diketahui
Objektivitas Subjektif Lebih objektif
Generalisasi Lemah Kuat
Biaya & Waktu Lebih murah dan cepat Butuh lebih banyak sumber daya
Jenis Penelitian Kualitatif / eksploratif Kuantitatif
Kemudahan Sangat fleksibel Butuh struktur ketat

Contoh Penggunaan Non Probability Sampling dalam Berbagai Bidang

Berikut adalah contoh penggunaan non probability sampling dalam beragam bagian nan perlu Anda ketahui, Grameds.

1. Penelitian Sosial

Meneliti para pekerja informan nan tidak mempunyai identitas resmi, seperti pekerja lepas alias pekerja informal.

2. Pendidikan

Penelitian pembimbing berprestasi dengan syarat tertentu, misalnya minimal 10 tahun mengajar.

3. Bisnis & Marketing

Mengumpulkan feedback dari pengguna nan datang ke toko pada hari tertentu (convenience sampling).

4. Kesehatan

Mengambil sampel pasien penyakit langka menggunakan snowball sampling.

Kelebihan Non Probability Sampling

Banyak peneliti memilih metode ini lantaran beberapa argumen berikut:

Hemat Biaya dan Waktu

Metode ini tidak memerlukan penyusunan daftar populasi komplit alias proses pengacakan nan rumit, sehingga penelitian bisa dilakukan lebih sigap dan murah.

Praktis

Peneliti dapat langsung memilih informan nan dianggap relevan dan paling bisa memberikan info nan dibutuhkan tanpa prosedur seleksi kompleks.

Sangat Cocok untuk Penelitian Kualitatif

Metode ini lebih menekankan kedalaman info dibanding representativitas angka, sehingga ideal untuk eksplorasi makna, pengalaman, alias kejadian sosial.

Fleksibel

Peneliti dapat menyesuaikan pemilihan informan sesuai kondisi lapangan, apalagi menambah alias mengganti sumber info jika diperlukan.

Kekurangan Non Probability Sampling

Berikut adalah kekurangan non probability sampling nan perlu Anda ketahui.

Tidak Bisa Digeneralisasi

Hasil penelitian tidak dapat mewakili seluruh populasi lantaran setiap orang tidak mempunyai kesempatan terpilih nan sama alias jelas.

Bias Tinggi

Pemilihan sampel sangat berjuntai pada subjektivitas peneliti, sehingga akibat bias dalam hasil penelitian menjadi lebih besar.

Tidak Cocok untuk Penelitian Statistik

Metode ini tidak menggunakan dasar probabilitas, sehingga tidak dapat dihitung secara statistik alias digunakan untuk kajian nan memerlukan representativitas.

Cara Melakukan Non Probability Sampling

Berikut adalah langkah-langkah nan bisa Anda ikuti saat menggunakan non probability sampling.

Tentukan Tujuan Penelitian

Pastikan arah penelitian jelas. Tentukan apakah riset berkarakter eksploratif alias memerlukan responden dengan karakter tertentu.

Pilih Jenis Teknik nan Tepat

Sesuaikan teknik non-probability sampling dengan kondisi lapangan, tujuan penelitian, serta jenis info nan mau diperoleh.

Tentukan Kriteria Sampel

Jika menggunakan purposive sampling, buat kriteria nan jelas agar responden nan dipilih betul-betul relevan dengan konsentrasi penelitian.

Tentukan Jumlah Sampel

Tidak ada jumlah pasti, namun tentukan sesuai kebutuhan kajian dan kedalaman info nan mau dicapai.

Lakukan Pengumpulan Data

Gunakan metode seperti wawancara, survei, observasi, alias kombinasi beberapa teknik agar info nan diperoleh lebih kaya.

Jelaskan Keterbatasan Penelitian

Sertakan keterbatasan metode agar penelitian lebih transparan, objektif, dan sesuai standar akademik.

Tips Mengurangi Bias dalam Non Probability Sampling

Walaupun metode ini mempunyai kelemahan, Anda tetap bisa meminimalisir bias dengan langkah berikut ini, Grameds:

  • Menggunakan kombinasi teknik sampling.
  • Menetapkan kriteria sampel nan jelas dan ketat.
  • Menjelaskan keterbatasan dalam laporan.
  • Melakukan triangulasi info (misalnya wawancara + observasi).
  • Menghindari pemilihan sampel dari satu letak saja.

Kesimpulan

Grameds, non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel nan dilakukan tanpa proses acak. Metode ini sangat fleksibel, irit biaya, dan cocok untuk penelitian kualitatif.

Teknik ini mencakup convenience, purposive, quota, snowball, dan self-selection sampling. Walaupun tidak bisa digeneralisasi secara kuat, metode ini sangat membantu ketika populasi susah dijangkau alias penelitian memerlukan info nan kaya dan menyeluruh.

Rekomendasi Buku Terkait

1. Metodologi Penelitian

Metodologi Penelitian

Buku Metodologi Penelitian merupakan pedoman komprehensif untuk memahami dan menerapkan pendekatan ilmiah dalam beragam bagian ilmu. Buku ini membahas konsep dasar metodologi, metode kuantitatif, kualitatif, dan mixed methods, etika penelitian, serta teknik kajian info dengan support perangkat lunak seperti SPSS, NVivo, dan PLS-SEM.

Dilengkapi dengan studi kasus, pedoman penulisan ilmiah, manajemen referensi, serta pemanfaatan teknologi riset, kitab ini membantu pembaca mengembangkan penelitian nan sistematis dan aplikatif. Cocok sebagai referensi perkuliahan, pedoman penyusunan tugas akhir, serta rujukan bagi pengajar dan peneliti dalam merancang studi berbasis bukti.

2. Metodologi Penelitian, Pendekatan Praktis dalam Penelitian Disertai Contoh Proposal Penelitian

Metodologi Penelitian, Pendekatan Praktis dalam Penelitian Disertai Contoh Proposal Penelitian

Buku ini menekankan bahwa metodologi penelitian bukan hanya berkarakter teoritis, tetapi juga praktis dan mudah dipelajari. Dengan pembahasan nan ringkas dan jelas, kitab ini membantu mahasiswa, pengajar muda, dan peneliti pemula memahami proses penelitian dari awal hingga penyusunan laporan akhir.

Materi nan disajikan meliputi perumusan masalah, hipotesis, pemilihan metode, kajian literatur, penentuan variabel dan instrumen, pengumpulan serta kajian data, hingga penulisan laporan. Dilengkapi contoh proposal penelitian dasar dan terapan, kitab ini menjadi pedoman komplit untuk menyusun penelitian secara sistematis dan tepat.

3. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan

Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan

Buku ajar ini memandang penelitian sebagai sistem terintegrasi nan dipengaruhi oleh beragam faktor, baik internal maupun eksternal. Buku ini menekankan bahwa ketepatan hasil riset tidak hanya berjuntai pada satu aspek, tetapi pada keseluruhan proses penelitian.

Disusun secara konseptual dalam 17 bab, kitab ini membahas metode kuantitatif, kualitatif, dan gabungan, dilengkapi ilustrasi, tabel, dan diagram. Dengan cakupan nan sistematis, kitab ini menjadi referensi utama bagi mahasiswa untuk memahami dan menerapkan metode penelitian secara menyeluruh.

4. METODE PENELITIAN KUANTITATIF

METODE PENELITIAN KUANTITATIF

Penelitian kuantitatif merupakan metode ilmiah untuk mengidentifikasi dan memahami kausalitas hubungan antarbagian. Inti dari penelitian kuantitatif adalah pengukuran bahwa terdapat hubungan nan mendasar antara pengamatan dari pengalaman nyata dan representasi matematis dari hubungan kuantitatif.

Dalam metode kuantitatif, kekuasaan positivisme menjadi kekhasan tersendiri. Pandangan positivis menekankan pentingnya pengukuran objektif, pengamatan sistematis, dan kajian statistik untuk memahami kejadian sosial. 

5. Metode Penelitian Pendidikan

Metode Penelitian Pendidikan

Buku Metode Penelitian Pendidikan karya Prof. Dr. Drs. Syaiful, M.Pd. disusun sebagai referensi bagi mahasiswa, pendidik, dan peneliti nan mau mendalami penelitian, khususnya di bagian pendidikan. Dengan penekanan pada konsep dasar dan contoh sederhana, kitab ini dirancang agar mudah dipahami dan langsung diterapkan.

Materinya mencakup proses penelitian pendidikan, metodologi, instrumen, pengumpulan dan kajian data, hingga teknik penulisan laporan. Meski berfokus pada pendidikan, kitab ini juga relevan untuk bagian lain sebagai pedoman praktis dalam melakukan penelitian secara sistematis.

  • Arti Disclaimer
  • Arti Gadun
  • Arti Gateway Megahub
  • Arti Memoriter
  • Arti Mewing
  • Arti Ngabers
  • Balasan I Love You
  • Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk
  • Cara Cek Sertifikat Tanah
  • Cara Menghadapi Anak Tantrum
  • Cara Membuat Nomor Otomatis di Excel
  • Cara Membuat Checklist Box di Excel
  • Ciri-ciri Wanita Menjauh
  • Contoh Tanggung Jawab Sosial
  • Contoh Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
  • Family Man
  • Generasi Beta
  • Gelang Hitam di Tangan Kanan
  • In House Training
  • Jurusan IPS Bisa Masuk Fakultas Apa Saja
  • Kenapa Bayi Sering Ngulet
  • Lost Feeling
  • Menghitung Jumlah Data di Excel
  • Negara Termiskin di Asia
  • Negara Terkaya di Asia
  • Negara Terbesar di Dunia
  • Painting Date
  • Pantun Ubur-ubur Ikan Lele
  • Pekerjaan di Jepang
  • Pekerjaan Bayi 3 Bulan
  • Pertanyaan Konyol
  • Pengertian Non Probability Sampling
  • Pertanyaan Tentang Bullying
  • Sapardi Djoko Damono
  • Shio Tikus Tahun Berapa
  • Stimulasi Oromotor
  • Speech Delay
  • Social Energy
  • Tanggung Jawab OSIS
  • Tanggung Jawab Sosial
  • Urutan Generasi
  • Urutan Weton Jawa
  • We Listen We Don't Judge
  • Wisata Anak di Jakarta
Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia