NOC Indonesia Apresiasi IAG 2026, Bisa Jadi Pintu Atlet Diaspora ke Timnas

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

NOC Indonesia Apresiasi IAG 2026, Bisa Jadi Pintu Atlet Diaspora ke Timnas

Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari mengapresiasi gelaran IAG 2026 (Foto: IAG 2026)

CHICAGO - Ketua Umum NOC Indonesia (Komite Olimpiade Indonesia/KOI), Raja Sapta Oktohari, mengapresiasi gelaran Indonesian-American Games 2026 (IAG 2026). Ajang multicabang itu disebutnya bisa jadi pintu atlet diaspora ke tim beragam bagian olahraga (cabor) di Tanah Air.

IAG 2026 bakal diselenggarakan di Chicago, Illinois, Amerika Serikat (AS), pada 19–21 Juni. Ajang ini dirancang sebagai event olahraga organisasi berskala nasional di Amerika Serikat nan mempertemukan masyarakat Indonesia lintas generasi, lintas wilayah, dan lintas latar belakang.

Delapan cabor bakal dipertandingkan: bola basket, bola voli, mini soccer, bulu tangkis, tenis, pickleball, atletik, dan catur. Kompetisi dibagi dalam dua kategori usia, ialah Junior (15–17 tahun) dan Senior (18–35 tahun).

1. Bahasa Universal

Ilustrasi Basket istimewa

Di kembali pendapat besar ini berdiri Davon Arjunaidi, lahir 27 Juli 2015, lulusan SMAK 6 Penabur, dan sekarang mahasiswa di DePaul University. Sebagai founder IAG 2026, dia memandang olahraga sebagai bahasa universal nan bisa menjembatani perbedaan dan memperkuat identitas kebangsaan.

Baginya, IAG 2026 adalah bagian dari kontribusi nyata bagi negara. Tidak hanya menggagas dan membangun jaringan komunitas, Davon juga mengalokasikan sebagian biaya danasiwa nan diperoleh dari kampus untuk membantu pembiayaan aktivitas ini.

“Saya mau diaspora Indonesia di Amerika Serikat tidak melangkah sendiri-sendiri. Kita kudu punya ruang berbareng nan bisa memperkuat rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. IAG bukan hanya event, ini fondasi untuk masa depan,” ujar Davon.

Lebih jauh, Indonesian-American Games 2026 juga dirancang sebagai wadah talent scouting alias pencarian talenta atlet muda diaspora Indonesia, khususnya di bawah usia 17 tahun. Kategori Junior bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian strategis dari visi jangka panjang IAG.

Melalui sistem kejuaraan nan terstruktur dan terstandar, IAG 2026 membuka kesempatan untuk memetakan potensi atlet-atlet muda Indonesia nan tumbuh dan berlatih di AS. Harapannya, ke depan bakal terbangun jalur komunikasi dan kerjasama dengan federasi olahraga di Tanah Air, sehingga talenta-talenta diaspora dapat dipertimbangkan untuk memihak Tim Indonesia.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com