Nisan-Nisan Kecil di Ragunan dan Cerita Cinta untuk Anabul Kesayangan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Potret pemakaman hewan Taman Makam di Pondok Pengayom Satwa, Ragunan, Jakarta Selatan pada Kamis (28/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Sekitar 200 nisan nampak berbanjar pada jalan setapak di Taman Makam Satwa, Ragunan, Jakarta Selatan. Terdapat beberapa nisan menampilkan potret hewan, menunjukkan identitas anabul kesayangan di tempat peristirahatan terakhirnya.

Kompleks pemakaman hewan piaraan itu berada di pojok area Pondok Pengayom Satwa Jakarta sepanjang 200 meter dan dikelola secara swadaya. Pemakaman ini telah berdiri sejak tahun 1987, seiring dengan berdirinya Pondok Pengayom Satwa.

“Ini makam itu sudah 30 tahun lebih ada,” ucap Suparno, petugas nan mengurus pemakaman dan melakukan penguburan hewan, saat ditemui kumparan, Kamis (28/5).

Potret pemakaman hewan Taman Makam di Pondok Pengayom Satwa, Ragunan, Jakarta Selatan pada Kamis (28/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Di tangan Suparno-lah pemakaman hewan ini dapat berjejer rapi dengan ragam corak nisan. Katanya, banyak hewan telah dimakamkan di sini.

“Ada anjing, ada kucing, terus ada kelinci, terus monyet juga ada, biawak juga ada sih dikubur,” ungkap Suparno.

“Kebanyakan hewan piaraan di rumah gitu,” sambungnya.

Namun selain hewan piaraan, ada juga hewan nan dikubur lantaran meninggal usai kecelakaan. Penabraknya sengaja membawa ke Pondok Pengayom Satwa lantaran mau menguburkan hewan tersebut secara layak.

Potret pemakaman hewan Taman Makam di Pondok Pengayom Satwa, Ragunan, Jakarta Selatan pada Kamis (28/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

“Biasanya dia nabrak kucing di jalanan, dia minta dikubur di sini, itu ada,” jelas Suparno.

Meski nisan di sini ada nan bervariasi, sebagian besar nisan berwarna putih dengan corak seragam. Adanya perbedaan nisan itu lantaran permintaan dari pemilik hewan, tentu dengan biaya tambahan.

“Kita menyiapkan hanya nisan biasa nan putih biasa gini. Kalau nisan-nisan nan bagus-bagus ini dari pemiliknya, tapi kita kudu laporan dulu ke bagian admin kita mau tukar nisan gitu, baru bisa,” tutur Suparno.

Potret pemakaman hewan Taman Makam di Pondok Pengayom Satwa, Ragunan, Jakarta Selatan pada Kamis (28/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Nisan-nisan nan berbeda itu terlihat unik dan istimewa. Ada nisan berkeramik hitam dengan ukiran salib di atas tanah pemakamannya, ada nisan berbentuk hati, hingga nisan nan dipayungi tenda.

Harga pemakaman di sini juga bervariasi tergantung ukuran hewan, mulai dari Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta. Ditambah pajak per tahun sebesar Rp 75 ribu.

“Biaya itu tergantung besar kecilnya hewan nan mau dikubur itu. Itu bisa sampai berat 20-an kilo itu bisa sampai satu juta sih,” kata Suparno.

Potret pemakaman hewan Taman Makam di Pondok Pengayom Satwa, Ragunan, Jakarta Selatan pada Kamis (28/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Suparno sebagai petugas pemakaman tidak setiap hari menguburkan hewan. Paling banyak, ada dua hewan nan dikubur dalam sehari.

“Enggak tentu sih. Kadang-kadang sehari ada dua ngubur, paling rame dua kali ngubur,” ujarnya.

Pemakaman ini sangat terbuka bagi publik nan mau menguburkan anabulnya nan berpulang. Caranya hanya datang ke letak membawa hewan tersebut, lampau ke admin untuk mendaftarkan diri.

“Terus bagian admin nyari tempat penguburan, baru bagian penguburan dikasih tahu, gitu. Sehari jadi,” jelasnya.

Potret pemakaman hewan Taman Makam di Pondok Pengayom Satwa, Ragunan, Jakarta Selatan pada Kamis (28/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan