Jakarta -
PT Pertamina (Persero) merupakan salah satu BUMN terbesar dan mempunyai peran krusial di Indonesia. Tak heran jika banyak orang berkeinginan untuk bekerja di perusahaan pelat merah tersebut.
Direktur Manajemen Risiko Pertamina, Ahmad Siddik Badruddin, mengatakan selama ini perseroan selalu membuka kesempatan nan sangat besar bagi talenta-talenta muda untuk berasosiasi dan bekerja bersama.
"Bagi nan bakal memasuki bumi ahli dalam waktu singkat, Pertamina menyediakan beragam macam potensi karier. Tidak hanya di bagian distribusi, bisa juga di bagian drilling, kilang (refinery), dan banyak lagi," kata Ahmad dalam aktivitas PertaminaTalk di Menara Bank Mega, Kamis (7/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, banyaknya fans justru membikin persaingan untuk masuk BUMN sektor minyak dan gas ini menjadi sangat ketat. Oleh lantaran itu, persiapan nan matang perlu dilakukan agar kesempatan berasosiasi semakin besar.
Ahmad mengatakan mereka nan mau berkarier di perusahaan tidak hanya dituntut mempunyai keahlian teknis sesuai bagian nan diinginkan, tetapi juga keahlian interpersonal alias soft skill nan relevan. Salah satunya adalah critical thinking alias berpikir kritis.
"Yang bakal kita ajarkan berbareng adalah gimana mengaplikasikan critical thinking nan diharapkan sudah didapatkan selama masa pendidikan ke dalam pekerjaan masing-masing," jelasnya.
Lebih lanjut, dia juga menekankan pentingnya communication skills alias keahlian berkomunikasi nan baik, baik secara verbal maupun tulisan.
"Pada saat bekerja kita tidak bekerja sendiri. Kita setiap hari kudu bekerja sama dengan beragam macam orang, mulai dari kolega, atasan, masyarakat, vendor, partner, dan lain-lain. Sehingga siapa nan mempunyai communication skill nan baik, dia bakal lebih berhasil," terang Ahmad.
Tak kalah penting, dia mengatakan calon pelamar di Pertamina juga kudu mempunyai keahlian analitis (analytical skills) untuk mengumpulkan, memproses, dan mengartikan info serta info guna memecahkan masalah di lapangan.
Sebagai contoh di sektor hilir Pertamina, para perwira (sebutan untuk tenaga kerja perseroan) perlu memastikan kesiapan bahan bakar tetap kondusif dan terkendali setiap saat, meskipun terjadi kendala. Dalam perihal ini, keahlian menganalisis masalah dan mencari solusi nan tepat sangat dibutuhkan.
"Kalau kapalnya datang terlambat, SOP-nya mungkin kudu disesuaikan. Apa nan kudu saya lakukan? Harus menganalisis, stok SPBU sekian-sekian, what should I do? Hal-hal ini mungkin tidak diajarkan secara A, B, C di universitas, nan kelak bakal kita latih berbareng saat Anda berasosiasi dengan kami," ujarnya.
"Jadi gimana kita menyelesaikan masalah (solve the problem). Nah itulah nan kudu adik-adik persiapkan untuk masuk ke dalam bumi profesional. Mudah-mudahan kelak Pertamina menjadi salah satu pilihannya," sambungnya.
Untuk itu, Ahmad sangat menyarankan para pencari kerja, khususnya nan mau berasosiasi dengan Pertamina, untuk mempersiapkan beragam keahlian interpersonal alias soft skill tersebut, ditambah tentunya skill teknis di bagian masing-masing.
"Jadi siapkanlah skill set nan membikin Anda agile, bisa beradaptasi dengan kondisi pekerjaan, bisa berkomunikasi dengan baik, dan tidak takut menghadapi masalah, lantaran masalah bakal kita hadapi setiap hari," pungkas Ahmad.
(igo/fdl)
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·