Ngeri! Rusia Latihan Lumpuhkan Kabel Bawah Laut, NATO Bertindak

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Sekutu NATO dilaporkan sukses menggagalkan latihan rahasia Rusia di perairan Arktik nan diduga menyimulasikan penggunaan senjata untuk melumpuhkan kabel bawah laut vital. Latihan tersebut berjalan di sekitar Kepulauan Svalbard, Norwegia, pada musim semi ini.

Dua pejabat Barat mengatakan kepada Reuters, operasi tersebut melibatkan Direktorat Utama Penelitian Laut Dalam Rusia alias GUGI. Mereka mengerahkan wahana selam laut dalam untuk menyimulasikan penggunaan teknologi dengan daya rusak tinggi.

Teknologi itu disebut dirancang untuk melumpuhkan kabel bawah laut tanpa meninggalkan jejak. Inggris, Norwegia, dan Amerika Serikat (AS) kemudian melacak serta menghadang kapal-kapal Rusia nan terlibat.

"Melalui operasi campuran kami, kami mengirimkan pesan nan jelas kepada Rusia bahwa mereka tidak dapat beraksi secara diam-diam," kata Menteri Pertahanan Norwegia Tore Sandvik, dikutip Kamis (10/9/2026).

Sandvik menegaskan setiap upaya menargetkan prasarana vital bakal terdeteksi dan membawa konsekuensi. Menurut pejabat Barat, Rusia tidak sampai merusak kabel lantaran latihan tersebut dihentikan sebelum selesai dan kapal-kapal Rusia meninggalkan lokasi.

Operasi ini sebelumnya terungkap sebagian pada April ketika Inggris dan Norwegia mengatakan telah mendeteksi aktivitas rahasia Rusia di wilayah Arktik. Namun, keterlibatan AS, letak spesifik latihan, serta adanya teknologi baru untuk mensimulasikan serangan terhadap kabel belum pernah dilaporkan sebelumnya.

Kekhawatiran sekarang meningkat lantaran pejabat intelijen Barat menilai Rusia dapat menguji ketahanan aliansi NATO dan apalagi memicu situasi nan berpotensi berangkaian dengan Pasal 5. Kabel bawah laut nan membawa internet, info satelit, dan transaksi finansial dianggap sebagai sasaran strategis andaikan terjadi bentrok terbuka.

Di sekitar Svalbard, dua kabel serat optik sepanjang sekitar 1.400 kilometer menghubungkan kepulauan tersebut dengan daratan utama Norwegia hingga kedalaman 2.700 meter. Infrastruktur itu membawa info dalam jumlah besar dari stasiun satelit SvalSat, salah satu akomodasi satelit terbesar di bumi dan bagian dari jaringan Near Space Network milik NASA.

Ancaman terhadap prasarana bawah laut Eropa juga terlihat dari meningkatnya aktivitas kapal nan berlayar perlahan di sekitar kabel dan pipa. Ini diduga digunakan untuk memetakan letak infrastruktur.

"Pandangan saat ini adalah bahwa Rusia dan China kemungkinan merupakan ancaman bawah laut nan paling aktif dan kritis," ujar CEO perusahaan analitik maritim Windward, Ami Daniel.

Sementara itu, peneliti Brookings Institution Bruce Jones menilai Eropa sekarang terlambat membangun kembali keahlian perlindungan infrastrukturnya. Ia  di tengah "ancaman Rusia nan kian meningkat."

(tfa/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News