Kebakaran besar melanda tempat pembuangan akhir (TPA) Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Bogor, Jawa Barat. Kebakaran ini berasal dari lahan pertanian nan merembet ke area TPA Galuga.
Dirangkum detikcom, Selasa (8/9), kebakaran di TPA Galuga ini terjadi sejak pukul 17.00 WIB, sore kemarin. Pemadam kebakaran (damkar) Kabupaten Bogor sudah turun tangan sejak menerima laporan adanya peristiwa tersebut.
Dalam video nan beredar di media sosial, api terlihat menyala besar di area lahan seberang TPA Galuga. Sejumlah penduduk tampak menyaksikan kebakaran tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada malam harinya, api sudah merambat ke area TP Galuga. Damkar Kabupaten Bogor belum mengetahui penyebab dari kebakaran TPA tersebut.
"Saat ini sudah menyentuh TPA," kata Kadis Damkar Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, dalam keterangannya, Senin (7/9).
Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sejumlah unit campuran dikerahkan untuk memadamkan api.
"Delapan unit pemadam, dua unit BPBD, dan satu unit Zipur 1 unit Kota Bogor (yang dikerahkan)," ucapnya.
Asal Api Pemicu Kebakaran TPA Galuga
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkap asal api pemicu kebakaran TPA Galuga. Dia mengatakan kebakaran dipicu dari lahan pertanian di seberang area TPA, bukan dari timbunan sampah aktif.
"Asalnya bukan di tempat pembuangan sampah, tetapi di area ladang alias area lahan pertanian nan lokasinya berdampingan dengan TPA Galuga," kata Rudy, melalui IG @kabupaten.bogor, Selasa (8/9).
Dia mengatakan api muncul dari area lahan tersebut. Api kemudian merambat ke sejumlah area pembuangan sampah lama di TPA Galuga.
"Sampah nan terlihat terbakar berada di letak pembuangan nan sudah tidak digunakan lagi oleh Pemerintah Kabupaten Bogor maupun Pemerintah Kota Bogor," ucapnya.
Berdasarkan pemantauan terakhir siang hari, luas lahan nan terbakar mencapai 5 hektare. Dia juga menyatakan saat ini tetap ada empat titik api nan tetap dipadamkan.
"Saat ini tetap terdapat empat titik api nan menyala dan terus menjadi konsentrasi pemadaman. Arah angin bergerak ke timur sehingga kondisi tersebut juga menjadi perhatian petugas. Untuk mengantisipasi rambatan api, tiga unit beko dikerahkan membikin parit di sepanjang garis hijau nan ditetapkan sebagai pagar pembatas," jelasnya.
Minta Warga Dievakuasi
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Bogor Ade Ruhandi (Jaro Ade) meminta masyarakat dan pemulung di area TPA Galuga dievakuasi sementara. Hal itu perlu dilakukan imbas kebakaran di area TPA nan terjadi sejak semalam.
"Tapi nan kudu diutamakan oleh kita juga setelah keselamatan masyarakat, keselamatan warga, lantaran banyak juga pemulung-pemulung, itu kudu disisir," kata Jaro Ade kepada wartawan.
Semalam, dia tetap memandang beberapa pemulung nan ada di tenda. Jaro Ade mengatakan para pemulung itu kudu disisir untuk dievakuasi agar tidak membahayakan mereka.
"Itu kudu betul-betul oleh petugas, steril, dikosongkan, mereka untuk kembali ke rumahnya dulu, ke rumahnya, dan terutama rumah-rumah nan dekat secepatnya dikosongkan," ucapnya.
Jaro Ade juga sempat memandang banyak masyarakat nan menonton proses pemadaman tersebut. Menurutnya, perihal itu bisa sedikit menghalang proses pemadaman oleh petugas damkar.
"Banyak penduduk masyarakat itu nan menonton, sehingga ada beberapa akses untuk petugas damkar untuk masuk ke letak itu kesulitan dengan parkir banyaknya parkir motor nan sedang menonton api, dan itu kudu disosialisasikan," ujarnya.
(fas/rfs)
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·