Aksi demonstrasi di New Jersey(ICE)
PEMERINTAH bagian New Jersey resmi menggugat perusahaan pengelola pusat penahanan imigran Delaney Hall di kota Newark. Gugatan norma ini dilayangkan setelah munculnya gelombang protes dan tuduhan mengenai kondisi akomodasi nan tidak manusiawi bagi para tahanan.
Dalam gugatannya, pemerintah menuntut pemilik fasilitas, GEO Group, sebuah kontraktor swasta, untuk memberikan akses penuh bagi pengawas kesehatan negara bagian. Langkah norma ini dipicu oleh temuan adanya "persiapan dan penyimpanan makanan serta minuman nan tidak higienis." Selain itu, Departemen Kesehatan New Jersey juga menerima laporan mengenai "praktik pengendalian jangkitan Tuberkulosis nan berpotensi tidak memadai."
Meskipun demikian, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) membantah tuduhan tersebut dan menyebut gugatan itu "sembrono." Mereka menyatakan empat perwakilan dinas kesehatan telah diizinkan masuk dan memeriksa bagian pelayanan makanan pada 28 Mei.
"ICE berkomitmen terhadap transparansi, dan Delaney Hall mematuhi semua undang-undang negara bagian dan lokal nan diwajibkan," tulis pernyataan resmi DHS.
Namun, pihak New Jersey berdasar akses nan diberikan sangat terbatas. Berdasarkan gugatan Jaksa Agung, GEO Group sempat menolak pengawas pada 27 Mei dengan argumen adanya kunjungan kongres nan padat. Saat diizinkan masuk keesokan harinya, para petugas medis justru dilarang mengakses unit perawatan kesehatan Delaney Hall.
Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, mengkritik keras sikap tertutup pengelola akomodasi tersebut.
"Jika GEO Group - dengan perjanjian pemerintah senilai US$1 miliar - tidak menyembunyikan apa pun dan kondisi di dalam Delaney Hall kondusif serta higienis seperti nan diklaim oleh perusahaan swasta ini dan Pemerintahan Trump, maka tidak ada argumen sah kenapa pengawas kesehatan saya dilarang mendapatkan akses penuh ke seluruh gedung," tegas Sherrill dalam sebuah pernyataan.
Mogok Makan Tahanan dan Bentrokan Demonstran
Ketegangan di sekitar Delaney Hall terus meningkat. Para aktivis pembelaan imigrasi menyebut sejumlah tahanan telah memulai tindakan mogok makan sejak 22 Mei sebagai corak protes. Meski perihal ini dibantah oleh DHS, Sekretaris DHS Markwayne Mullin memberikan komentar bersuara miring dalam rapat kabinet berbareng Presiden Donald Trump.
"Hanya ada segelintir perseorangan nan menolak makan, lantaran mereka menginginkan makanan etnis mereka - alias kewenangan makanan etnis mereka," ujar Mullin. "Faktanya adalah, kami memberi mereka kalori nan mereka inginkan. Ini bukan Holiday Inn."
Kondisi ini memicu unjuk rasa besar nan berujung ricuh di depan akomodasi penahanan. Senator Demokrat Andy Kim mengaku sempat terkena semprotan merica saat mengunjungi letak tersebut pada 25 Mei. Akibat situasi nan tidak kondusif, Wali Kota Newark, Ras Baraka, menetapkan jam malam di sekitar area tersebut dan mendesak penutupan segera Delaney Hall.
"Ini adalah perselisihan tentang nyawa manusia, tentang orang-orang dan langkah mereka diperlakukan," pungkas Baraka dalam konvensi pers pada hari Selasa. (BBC/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·