Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan Iran pernah mencoba membunuh salah satu putranya. Namun, dia tidak menjelaskan kapan dugaan upaya tersebut terjadi, siapa putranya nan menjadi target, maupun sejauh mana rencana itu dijalankan.
Netanyahu menyampaikan klaim tersebut dalam wawancara melalui telepon dengan stasiun televisi Israel, Channel 14, Senin (24/8). Pernyataan itu disampaikan ketika dia menanggapi laporan mengenai perlindungan keamanan bagi para kandidat dalam pemilihan umum Israel.
"Untuk putra-putra saya, menurut saya ada sesuatu nan cukup susah dipercaya. Iran menargetkan salah satu putra saya. Iran mencoba membunuh, mencoba menghabisi nyawa salah satu putra saya," kata Netanyahu dikutip Reuters.
"Iran mencoba membunuh salah satu putra saya, dan oleh lantaran itu perlindungan keamanan ini bukanlah sebuah kemewahan," lanjutnya.
Netanyahu tidak memberikan info lebih jauh mengenai dugaan upaya pembunuhan tersebut. Dia juga tidak menyebut putra nan dimaksud.
Putra sulung Netanyahu, Yair Netanyahu, saat ini tinggal di Miami, Amerika Serikat.
Perwakilan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut.
Netanyahu Soroti Perlindungan Kandidat PM
Pernyataan Netanyahu muncul di tengah meningkatnya ketegangan Israel dan Iran setelah perang nan melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran dimulai pada Februari. Dalam perang tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pemimpin senior Iran tewas.
Netanyahu juga mengatakan telah meminta Kepala Shin Bet David Zini memastikan setiap calon perdana menteri mendapat perlindungan keamanan nan memadai.
Pernyataan itu berangkaian dengan laporan media Israel nan menyebut Zini menolak memberikan perlindungan kepada Gadi Eisenkot. Kepada otoritas pemilu, Zini disebut mengatakan tidak ada indikasi Eisenkot menjadi sasaran ancaman.
Eisenkot merupakan rival politik Netanyahu. Partainya diperkirakan meraih bangku terbanyak dalam pemilu Israel nan dijadwalkan berjalan pada 27 Oktober.
Meski demikian, perolehan bangku terbanyak tidak otomatis membikin sebuah partai membentuk pemerintahan. Sistem politik Israel umumnya mengharuskan partai-partai membangun koalisi untuk memperoleh kebanyakan di parlemen.
Netanyahu sendiri menghadapi tekanan politik menjelang pemilu. Koalisinya tertinggal dalam sejumlah jajak pendapat nan dilakukan sekitar dua bulan sebelum pemungutan suara
49 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·