Irak sedang memperluas pembangkit listrik tenaga surya di provinsi Basra bagian selatan sebagai upaya untuk mendiversifikasi sumber energi, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan mengurangi tekanan dari krisis pasokan gas, kata para pejabat. (REUTERS/Mohammed Aty)
Di pembangkit listrik tenaga surya ‘Basra Sun’, unit pertama berkapasitas 250 megawatt mulai beraksi pada Maret 2026 dan terhubung ke jaringan listrik nasional, kata Haider Adnan, seorang pengawas TotalEnergies di letak tersebut. Adnan menambahkan bahwa proyek komplit ini dirancang untuk menghasilkan satu gigawatt listrik di empat unit 250 megawatt dan mencakup sekitar 2 juta panel surya. (REUTERS)
Manajer proyek Haider Issa mengatakan pembangkit listrik ini menggunakan sistem pencarian mentari untuk menjaga panel tetap sejajar dengan mentari dan teknologi pembersihan kering robotik. (REUTERS/Mohammed Aty)
Pembangkit tenaga surya ini merupakan bagian dari Proyek Terpadu Pertumbuhan Gas (GGIP) TotalEnergies di Irak, sebuah program multi-energi nan diluncurkan pada tahun 2023 berbareng Basra Oil Company dan QatarEnergy untuk membantu meningkatkan pasokan listrik negara tersebut, menurut siaran pers TotalEnergies. Proyek ini juga mencakup penangkapan gas nan saat ini dibakar di tiga ladang minyak di Irak selatan untuk digunakan dalam pembangkit listrik, pengembangan kembali ladang minyak Ratawi, dan pembangunan pabrik pengolahan air laut, demikian pernyataan tersebut. (REUTERS/Mohammed Aty)
Irak termasuk di antara lima negara nan paling terdampak perubahan suasana dan negara ke-39 nan paling kekurangan air, menurut laporan PBB tahun 2022. (REUTERS/Mohammed Aty)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·