Jalen Brunson(AFP/SARAH STIER)
JALEN Brunson menjadi motor kebangkitan New York Knicks saat menundukkan San Antonio Spurs 105-95 pada gim pertama Final NBA di Frost Bank Center, San Antonio pada Kamis (4/6).
Meski sukses mengamankan kemenangan krusial di laga pembuka tersebut, Brunson menegaskan bahwa timnya sama sekali tidak boleh lengah alias bersantai.
Brunson membukukan 13 dari total 30 poinnya di kuarter keempat untuk membawa Knicks bangkit dari ketertinggalan 14 poin.
Hasil itu menjadi kemenangan ke-12 secara beruntun bagi Knicks setelah sebelumnya menyapu bersih kemenangan atas Philadelphia 76ers dan Cleveland Cavaliers di semifinal dan final Wilayah Timur.
Keberhasilan membalikkan keadaan ini sekaligus menandai tindakan comeback dengan selisih dua digit ketujuh bagi Knicks di paruh kedua pertandingan babak playoff dalam dua musim terakhir, serta nan keempat sepanjang playoff musim ini.
Catatan tersebut termasuk saat mereka bangkit dari ketertinggalan 22 poin dengan sisa waktu kurang dari delapan menit pada laga pembuka melawan Cleveland.
"Saya pikir kita tahu apa nan kudu kita lakukan," kata Brunson mengenai keahlian Knicks untuk bangkit saat berada dalam posisi tertinggal seperti dikutip dari AFP.
"Saya pikir kita adalah golongan nan cukup kompak dan tetap terus berjuang serta saling mendukung, dan hanya mengetahui bahwa kita bakal terus memangkas jarak, memangkas jarak. Ini adalah bukti dari mentalitas nan kita miliki sebagai sebuah tim," imbuhnya.
Rekan satu timnya, Karl-Anthony Towns, menilai bahwa mentalitas pantang menyerah tersebut merefleksikan karakter dari kota New York itu sendiri.
"Itu adalah sesuatu nan ada di kota ini. Anda merasakan daya itu di kota ini, kegigihan, kerja keras, kerja keras nan kudu Anda lakukan untuk sukses di kota ini," kata Towns.
"Saya pikir kita mencerminkan semua fans kita dan style hidup mereka serta apa nan diperlukan untuk sukses di Kota New York saat kita melangkah di lapangan itu dengan mengenakan jersi Knicks," imbuh Towns.
Knicks, nan tengah memburu gelar juara pertama mereka sejak 1973, sukses menembus babak Final untuk pertama kalinya sejak mereka dikalahkan oleh San Antonio pada tahun 1999 silam.
Walaupun sukses mencuri kemenangan tandang nan krusial, Brunson memperkirakan skuat muda Spurs nan dipimpin oleh bintang asal Prancis, Victor Wembanyama, bakal memberikan perlawanan nan sengit pada laga berikutnya.
"Mereka datang dengan kesiapan untuk bermain lebih dari tim lain nan pernah kita hadapi. Kita sangat menghormati mereka. Kita tahu bahwa kita kudu siap untuk gim kedua," ucap Brunson.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·