Jakarta, CNBC Indonesia - Turki, Pakistan, dan Arab Saudi sepakat memperkuat sekaligus melembagakan kerja sama pertahanan di antara ketiga negara. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan pertama Komite Strategis Politik dan Pertahanan nan digelar di Istanbul, awal pekan ini.
Ketiga negara sepakat mengambil sejumlah langkah untuk semakin memperkuat kerja sama nan dijalankan berasas Perjanjian Makkah untuk Pertahanan Bersama.
Dalam pernyataan berbareng nan diterbitkan setelah pertemuan tersebut, Turki, Pakistan, dan Arab Saudi menegaskan komitmen untuk bekerja sama demi menciptakan perdamaian dan stabilitas nan berkepanjangan di kawasan.
"Bertindak dengan rasa kepemilikan regional, ketiga negara kembali menegaskan tekad untuk bekerja sama dalam kerangka Perjanjian Makkah guna mencapai perdamaian dan stabilitas berkepanjangan di area mereka," demikian bunyi pernyataan berbareng tersebut, seperti dilaporkan Anadolu Agency, dikutip Sabtu (5/9/2026).
Ketiga negara juga menyatakan bakal terus mendukung beragam upaya untuk meredakan ketegangan dan mendorong sikap menahan diri guna membantu penyelesaian beragam krisis melalui jalur damai.
"Untuk mencapai tujuan tersebut, mereka bakal terus mendukung upaya menuju de-eskalasi dan menahan diri untuk mendorong penyelesaian krisis secara damai," lanjut pernyataan itu.
Bentuk Sekretariat di Arab Saudi
Dalam kesepakatan terbaru, Turki, Pakistan, dan Arab Saudi bakal melembagakan kerja sama pertahanan mereka dengan sistem nan dinilai dapat memperkuat solidaritas dan kredibilitas pertahanan bersama.
Ketiga negara menyatakan kerja sama tersebut bakal diarahkan untuk meningkatkan keahlian pencegahan dan pertahanan kolektif sekaligus mendukung beragam upaya keamanan berbareng di kawasan.
"Ketiga negara sepakat untuk semakin melembagakan kerja sama mereka dengan langkah nan bakal memperkuat solidaritas, memastikan kredibilitas dan efektivitas pencegahan serta pertahanan kolektif mereka, dan berkontribusi terhadap upaya regional serta keamanan kooperatif menuju perdamaian nan adil, inklusif, dan langgeng," demikian pernyataan tersebut.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, ketiganya sepakat membentuk sebuah sekretariat di Arab Saudi untuk mendukung penyelenggaraan kerja sama berasas Perjanjian Makkah.
"Sebuah Sekretariat, nan dipimpin oleh seorang Sekretaris Jenderal, bakal dibentuk di Kerajaan Arab Saudi untuk mendukung pekerjaan mereka dalam kerangka Perjanjian Makkah," kata pernyataan berbareng itu.
Sekretariat tersebut untuk tahap awal bakal dipimpin oleh seorang sekretaris jenderal nan berasal dari Pakistan. Masa kedudukan pejabat tersebut ditetapkan selama tiga tahun.
Perkuat Industri Pertahanan
Selain memperkuat koordinasi politik dan pertahanan, ketiga negara juga sepakat meningkatkan keahlian pertahanan serta kekompakan angkatan bersenjata masing-masing melalui beragam aktivitas bersama.
Kerja sama tersebut bakal mencakup industri pertahanan, pengembangan teknologi, hingga produksi bersama.
"Melalui aktivitas bersama, mereka juga bakal berupaya memperkuat keahlian pertahanan dan kekompakan angkatan bersenjata mereka melalui kerja sama industri pertahanan nan kuat, pengembangan teknologi bersama, dan produksi bersama," kata pernyataan tersebut.
Ketiga negara menilai penyelenggaraan Perjanjian Makkah secara terlembaga dan tegas dapat memberikan kontribusi krusial terhadap keamanan kawasan.
Pertemuan di Istanbul tersebut dihadiri para menteri luar negeri dan menteri pertahanan, serta kepala angkatan bersenjata alias kepala staf umum dari Turki, Pakistan, dan Arab Saudi.
Pertemuan tersebut berjalan dalam format Komite Strategis Politik dan Pertahanan nan dibentuk berasas Perjanjian Makkah untuk Pertahanan Bersama.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·