loading...
NASA Temukan Sesuatu nan Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam. Foto/ Daily
NEW YORK - Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) baru saja membikin penemuan luar biasa tentang planet WASP-121 b, sebuah "raksasa gas nan sangat panas" nan terletak ratusan tahun sinar dari Bumi.
Para astronom telah menemukan bahwa dua wilayah nan terletak di perbatasan antara siang dan malam di planet ini, nan sesuai dengan area mentari terbit dan mentari terbenam, mempunyai karakter atmosfer nan sangat berbeda.
Penelitian nan dipimpin oleh Cyril Gapp, seorang mahasiswa doktoral di Institut Astronomi Max Planck (MPIA) di Heidelberg, Jerman, telah memberikan bukti paling langsung dan rinci hingga saat ini bahwa kondisi atmosfer di kedua sisi "terminator"—garis pemisah antara siang dan malam—tidak seragam seperti nan diperkirakan banyak orang sebelumnya.
Para intelektual telah lama memprediksi perbedaan ini melalui model teoretis. Namun, berkah sensitivitas JWST nan superior, mereka bisa mengawasi kejadian tersebut dengan jelas untuk pertama kalinya.
Penemuan baru ini dilakukan ketika para astronom melacak WASP-121 b saat planet itu melintas di depan bintang induknya. Selama proses ini, sebagian sinar bintang menembus atmosfer planet sebelum mencapai Bumi.
Dengan menganalisis gimana atmosfer menyerap panjang gelombang inframerah nan berbeda, para peneliti dapat menentukan suhu serta komposisi kimia lapisan gas nan mengelilingi planet tersebut.
Hasil penelitian mengungkapkan ketidakseimbangan nan signifikan dalam penyerapan sinar antara kedua sisi pemisah siang-malam. Sisi mentari terbenam menyerap lebih banyak sinar bintang daripada sisi mentari terbit, nan menunjukkan perbedaan besar dalam suhu dan komposisi atmosfer.
Menurut Cyril Gapp, kualitas pengamatan JWST nan belum pernah terjadi sebelumnya memungkinkan para intelektual untuk mempelajari atmosfer planet pada garis bujur perseorangan saat planet tersebut mengorbit dan melintas di depan bintang induknya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·