NASA Temukan Komet Purba 12 Miliar Tahun, Lebih Tua dari Tata Surya

Sedang Trending 1 jam yang lalu
NASA Temukan Komet Purba 12 Miliar Tahun, Lebih Tua dari Tata Surya Komet 3I/ATLAS nan diambil 21 Juli 2025 oleh Hubble.(Dok. NASA)

SEBUAH komet antarbintang nan melesat melewati mentari dan melintasi Bumi tahun lampau diperkirakan berumur nyaris tiga kali lebih tua dari tata surya. Para astronom menyatakan bahwa objek ini tidak seperti apa pun nan pernah terlihat sebelumnya di lingkungan kosmik kita. 

Komet 3I/ATLAS ini merupakan visitor ketiga dari luar tata surya nan pernah diamati oleh umat manusia, di mana sinar terangnya nan tidak biasa memberikan kesempatan nan belum pernah ada sebelumnya bagi para intelektual untuk mempelajari sesuatu nan berasal dari tempat lain di galaksi.

Menurut sebuah studi baru nan diterbitkan di jurnal Nature, 3I/ATLAS kemungkinan berumur hingga 12 miliar tahun, sementara tata surya kita sendiri diperkirakan baru terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun nan lalu.

Kemungkinan Menjadi Objek Tertua di Tata Surya

Penulis utama studi tersebut, Martin Cordiner dari Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA, mengatakan bahwa "mungkin itu adalah objek tertua nan pernah diamati di tata surya kita."

Penelitian baru ini didasarkan pada rasio unsur kimia, nan disebut isotop, nan dideteksi oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA dan observatorium ALMA di Chili. Studi tersebut menyebut bahwa pengukuran ini mengungkapkan komposisi komponen nan tidak seperti barang tata surya lainnya.

Dibandingkan dengan komet di tata surya kita, 3I/ATLAS mempunyai deuterium—jenis hidrogen nan biasa terlihat pada air berat—10 kali lebih banyak. "kelimpahan air berat nan tinggi itu hanya betul-betul dapat terjadi, menurut pemahaman kita tentang astrokimia, di lingkungan nan sangat dingin," jelas Cordiner. 

Ini berfaedah komet tersebut kemungkinan besar juga termasuk di antara objek terdingin nan pernah terlihat di tata surya kita, dengan bukti isotopik nan menunjukkan bahwa dia terbentuk di lingkungan nan bersuhu minus 243 derajat Celsius.

Peninggalan dari Era Cosmic Noon

Asal-usul komet 3I/ATLAS di Bimasakti tetap misterius, namun dia diperkirakan terlempar keluar saat ada planet baru nan terbentuk. Setelah lepas dari bintang induknya, komet ini mengembara miliaran tahun di galaksi kita. 

Anehnya, komet ini kurang mempunyai pengayaan kimia, nan menandakan bahwa dia dulunya terbentuk di dekat bintang-bintang nan baru lahir.

Cordiner menambahkan bahwa objek ini apalagi bisa jadi merupakan "peninggalan" dari era nan disebut "cosmic noon", ialah ketika banyak bintang sedang terbentuk sekitar 10 miliar tahun nan lalu.

"Komet tersebut sekarang sedang meninggalkan tata surya dan tidak bakal pernah kembali, sehingga pengamatan di masa mendatang bakal menjadi semakin sulit," ungkap Astronom Peter Veres, nan terlibat dalam mengidentifikasi komet tersebut di Pusat Planet Minor Persatuan Astronomi Internasional

Kendati demikian, para astronom memperkirakan bakal menemukan lebih banyak lagi objek antarbintang dalam beberapa tahun ke depan, terutama melalui Observatorium Vera C. Rubin nan baru di Chili. 

( CBS News/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia