NASA Deteksi Sungai Eufrat Akan Kering Total pada Tahun 2040

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

loading...

NASA Deteksi Sungai Eufrat Akan Kering Tota. Foto/ Anadolu

BAGHDAD - Salah satu sungai tertua dan paling berhistoris dalam peradaban manusia perlahan menghilang. Sungai Eufrat, nan dulunya merupakan tempat kelahiran peradaban Mesopotamia, semakin menghilang dari pandangan sejarah dan kenyataan.

Situasi menjadi semakin kritis ketika Irak dan Turki terpaksa menandatangani perjanjian diplomatik darurat pada November 2025 hanya untuk menjaga kelangsungan hidup sungai tersebut.

Satelit GRACE (Gravity Recovery and Climate Experiment) NASA, sepasang satelit nan mengukur perubahan gravitasi Bumi untuk mendeteksi jumlah air di suatu wilayah, telah diam-diam mencatat krisis ini dari orbit selama lebih dari dua dekade.

Antara tahun 2003 dan 2010, satelit tersebut mencatat hilangnya sekitar 144 kilometer kubik air tawar dari cekungan Sungai Tigris dan Eufrat secara keseluruhan.

Situasi ini diyakini disebabkan oleh beragam tekanan dan ancaman nan mengenai dengan kejadian perubahan iklim, termasuk kekeringan berkepanjangan di wilayah tersebut.

Suhu di timur laut Damaskus telah meningkat sekitar satu derajat Celcius dibandingkan dengan seabad nan lalu, sementara curah hujan rata-rata telah turun 18 milimeter per bulan per abad.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews