Warga negara asing (WNA) nan diduga terlibat dalam jaringan internasional gambling online nan bermarkas di area perkantoran Hayam Wuruk, Jakarta Barat, tiba di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Jakarta, Kalideres, Minggu (10/5).
Pantauan kumparan di letak sekitar pukul 19.10 WIB, para WNA tersebut dibawa menggunakan sejumlah bus. Para WNA nan dibawa ke Rudenim Jakarta adalah mereka nan berjenis kelamin laki-laki.
Terlihat, ada sembilan bus nan membawa WNA itu berjejer rapi di laman parkir Rudenim Jakarta. Terlihat bus-bus itu juga dikawal ketat oleh personil Brimob.
Setibanya di lokasi, mereka langsung dibawa masuk ke dalam gedung Rumah Detensi.
Adapun, sebanyak 96 WNA wanita lebih dulu tiba di Kantor Direktorat Jenderal Imigrasi, Kuningan, Jakarta Selatan.
Kepala Subdirektorat Pengawasan Ditjen Imigrasi, Arief Eka Riyanto, mengatakan sebanyak 320 WNA nan diamankan Bareskrim Polri bakal dititipkan di Rumah Detensi Imigrasi sembari menunggu proses penyelidikan.
“Untuk sementara mereka dititipkan di Rumah Detensi dan Ruang Detensi Imigrasi nan terletak di Jakarta Barat dan Kuningan sembari menunggu proses lebih lanjut dari penyelidikan,” ujar Arief dalam konvensi pers di area perkantoran Hayam Wuruk, Jakarta Barat.
Dalam kesempatan nan sama, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Wira Satya Triputra mengatakan dari total 321 orang nan diamankan, satu di antaranya merupakan penduduk negara Indonesia (WNI).
“Terhadap 321 pelaku, nan bakal kami titipkan adalah 320, lantaran mereka adalah penduduk negara asing,” kata Wira.
Wira menjelaskan, satu WNI nan turut diamankan diketahui merupakan penduduk Jakarta dan pernah bekerja di Kamboja.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, rupanya ada satu orang WNI, ialah penduduk Jakarta dan nan berkepentingan adalah mantan ataupun pernah bekerja di Kamboja,” ujar Wira.
Untuk diketahui, Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya menggerebek sebuah gedung perkantoran di area Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Dalam operasi tersebut, polisi menemukan sekitar 75 domain dan website nan diduga kuat menjadi sarana pertaruhan online.
Dari total 321 WNA nan ditangkap, kebanyakan dari mereka diketahui sudah menyadari bahwa tujuan kehadiran mereka ke Indonesia adalah untuk bekerja dalam upaya pertaruhan online.
Hingga saat ini, sebanyak 275 orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. Pihak kepolisian pun sekarang tengah konsentrasi menelusuri aliran biaya serta keberadaan server nan digunakan dalam jaringan upaya tersebut.
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·