Jakarta - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra Andre Rosiade bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatra Barat Elsa Putra Friandi meninjau progres pembangunan dan penanganan jalan nan sempat terdampak musibah banjir bandang di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Andre memastikan pemulihan prasarana pascagalodo tetap melangkah sesuai rencana dan tidak terhenti di tengah jalan.
Peninjauan itu dilakukan pada Minggu (10/5/2026). Turut datang dalam aktivitas tersebut Anggota DPRD Agam Novi Irwan, Camat Malalak Ulya Satar, para wali nagari, niniak mamak dan tokoh masyarakat setempat.
Di letak peninjauan, Andre menegaskan pemerintah pusat berkomitmen menyelesaikan penanganan jalan Malalak secara berjenjang menggunakan biaya APBN. Ia meminta masyarakat tidak cemas terhadap rumor berkurangnya anggaran pembangunan di area terdampak musibah tersebut.
"Pemerintah Presiden Prabowo melalui Kementerian PU berkomitmen menyelesaikan jalan ini. Memang ini jalan provinsi nan menjadi kewenangan gubernur, tetapi lantaran keterbatasan anggaran daerah, pemerintah pusat membantu penyelesaiannya menggunakan APBN," kata Andre.
Andre menyebut total anggaran nan disiapkan pemerintah pusat untuk penanganan jalan Malalak mencapai sekitar Rp670 miliar. Pengerjaan dilakukan bertahap, dimulai dengan penanganan darurat hingga pembangunan permanen.
"Insyaallah tahap pertama selesai Agustus nanti. Setelah itu masuk tahap kedua melalui proses tender, termasuk pembangunan jembatan di kilometer 82. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, pembangunan tetap berjalan," ujarnya.
Menurut Andre, pembangunan Sumatera Barat kudu dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat, pemerintah wilayah dan seluruh pemangku kepentingan.
"Membangun Sumatera Barat ini kudu bersama-sama. Kalau bersama, insyaallah pembangunan bakal terwujud. Kita tidak bisa melangkah sendiri-sendiri," katanya.
Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menjelaskan penanganan awal jalan Malalak dilakukan menggunakan sistem tanggap darurat sesuai petunjuk Menteri Pekerjaan Umum. Karena status keadaan darurat dari pemerintah provinsi bertindak hingga September 2026, maka pekerjaan dibagi dalam beberapa tahapan agar tetap sesuai patokan pengadaan.
"Pekerjaan nan bisa diselesaikan sebelum September dilakukan melalui perjanjian nan sedang melangkah oleh PT HKI. Sedangkan pekerjaan lanjutan nantinya bakal ditenderkan kembali. Jadi bukan anggarannya hilang, tetapi proses pelaksanaannya nan dibagi lantaran menyesuaikan sistem keadaan darurat," ujar Elsa.
Elsa memastikan titik-titik jalan nan sebelumnya terputus sekarang sudah kembali tersambung meski penggunaannya tetap terbatas demi keselamatan masyarakat. BPJN juga tetap menyiagakan perangkat berat di letak untuk mengantisipasi cuaca jelek dan potensi longsor susulan.
"Alat tetap tetap standby di letak sampai penanganan permanen selesai. Nanti jalan juga bakal dirapikan dan diberi sirtu agar tidak terlalu licin saat hujan," katanya.
Elsa menambahkan, jalur Malalak saat ini tetap diprioritaskan untuk penduduk setempat. Sementara kendaraan dari luar wilayah diimbau menggunakan jalur pengganti lantaran kondisi jalan belum sepenuhnya aman.
"Kalau untuk penduduk sekitar tetap bisa lewat. Tapi jika hujan sebaiknya jangan dulu lantaran tetap berbahaya. Untuk kendaraan luar daerah, sementara disarankan lewat jalur alternatif," ujarnya.
Tokoh masyarakat Malalak sekaligus personil DPRD Agam Erdinal menyampaikan apresiasi atas perhatian Andre terhadap pembangunan di Malalak, termasuk penanganan jalan dan pembangunan BTS di wilayah blank spot.
"Kami berambisi anggaran nan sudah dialokasikan untuk Malalak tetap dilanjutkan dan pembangunan jalan bisa segera dituntaskan lantaran kondisi wilayah kami sangat rawan," katanya.
Wakil Bupati Agam M Iqbal juga mengucapkan terima kasih atas perhatian Andre Rosiade terhadap Kabupaten Agam, terutama dalam penanganan pascabencana di Kecamatan Malalak.
"Pak Andre banyak membantu Sumatera Barat, termasuk Kabupaten Agam. Mulai dari infrastruktur, support pascabencana hingga pembangunan BTS di wilayah blank spot seperti Malalak ini. Kami berambisi perhatian ini terus bersambung lantaran Agam tetap memerlukan banyak support dari pemerintah pusat," kata M Iqbal. (fca/imk)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·