Kemunculan Nadine Kei Inara atau nan berkawan disapa Kei sebagai salah satu peserta Clash of Champions (CoC) Season 3 sukses mencuri perhatian banyak orang. Di tengah deretan mahasiswa berprestasi dari beragam universitas ternama, sosok Kei menjadi sorotan bukan hanya lantaran pencapaian akademiknya, tetapi juga perjalanan panjang nan membentuknya.
Saat ini, Kei tengah menempuh pendidikan di University of California (UC) Berkeley, kampus nan dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di dunia. Ia mengambil double major di bagian Data Science dan Business Administration di Haas School of Business, kombinasi nan mempertemukan keahlian teknologi, kajian data, dan kepemimpinan bisnis.
Sejak usia 13 tahun, dia aktif mengikuti beragam kejuaraan akademik internasional. Salah satu pencapaiannya adalah menjadi Juara 1 Asia Tenggara dan ranking ketiga bumi dalam World Scholar's Cup nan digelar di Barcelona pada 2018. Setahun kemudian, Kei meraih ranking keempat bumi pada Tournament of Champions di Yale University.
Di bagian diplomasi, Kei juga menorehkan prestasi sebagai Best Delegate dalam Oxford Model United Nations 2019 serta Harvard Model Congress 2020 di Jepang. Kompetisi tersebut mengasah keahlian peserta dalam memahami rumor global, menyusun argumentasi, bernegosiasi, hingga merumuskan solusi atas beragam persoalan internasional.
Tak hanya unggul dalam kompetisi, Kei juga menunjukkan jiwa kepemimpinan sejak duduk di bangku SMA. Ia menjadi penggagas buahpikiran upaya sekaligus memimpin tim nan seluruh anggotanya merupakan mahasiswa dalam Singapore University of Social Sciences (SUSS) Start-Up Impact Challenge, hingga sukses meraih juara kedua.
Di sekolah, prestasi akademiknya pun konsisten. Hampir setiap tahun Kei memperoleh nilai tertinggi pada sejumlah mata pelajaran seperti Matematika, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Bahasa. Ia lulus sebagai Valedictorian sekaligus menerima PIAGETian Award.
Memasuki masa kuliah di UC Berkeley, perjalanan Kei tidak berakhir pada pencapaian pribadi. Ia dipercaya menjabat sebagai Vice President of Outreach & Education di Berkeley Model United Nations (BMUN), organisasi nan menyelenggarakan konvensi Model United Nations tertua di dunia.
Selama periode 2023-2025, Kei juga menjadi Executive Director Nusantara, pagelaran budaya nan digelar oleh Berkeley Indonesian Student Association. Melalui aktivitas tersebut, budaya Indonesia diperkenalkan kepada masyarakat internasional lewat pagelaran seni, kuliner, permainan tradisional, hingga beragam ekspresi budaya Nusantara.
Selain itu, Kei turut membangun ruang belajar bagi anak muda melalui pendirian ByLaw, kejuaraan peradilan internasional nan diikuti peserta dari lebih dari delapan negara. Ia juga menggagas International Model United Nations Conference nan mendapat support dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).
"Saya percaya belajar bukan hanya untuk menjadi nan terbaik, tetapi agar kita mempunyai kapabilitas untuk memberi manfaat. Apa pun bagian nan kita tekuni, pada akhirnya nan paling krusial adalah gimana pengetahuan itu bisa membuka peluang, menghubungkan banyak orang, dan membawa sesuatu nan baik bagi lingkungan di sekitar kita," ujar Nadine Kei Inara, dalam keterangan tertulisnya.
Nadine Kei Inara juga Terjun ke Dunia Musik
Di luar aktivitas akademik, Kei juga menekuni bumi musik. Ia mulai menulis lagu sejak berumur 10 tahun dan pernah memenangkan lomba cipta lagu soundtrack untuk sebuah novel.
Hingga kini, dia telah merilis dua lagu orisinal berjudul Summer Come Faster dan It Hurts A Little dengan nama panggung Nadine Kei, di mana seluruh proses penulisan, aransemen, hingga produksinya dikerjakan sendiri.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·