Nadiem Klaim Tak Ada Kaitan Investasi Google dengan Permendikbud 11 Tahun 2020

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta - Mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim membantah pertanyaan jaksa soal adanya investasi Google ke PT AKAB mengenai diterbitkannya Permendikbud nomor 11 tahun 2020 tentang pengadaan laptop dengan sistem Windows. Nadiem menegaskan tak ada sama sekali kaitan antara kedua perihal tersebut.

Sidang lanjutan pemeriksaan terdakwa Nadiem digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/5/2026). Mulanya jaksa menayakan adanya investasi nan dilakukan Google pada Maret 2020 senilai USD59,9 juta ke PT AKAB nan merupakan cikal bakal PT Gojek Indonesia.

"Saya mau kerabat menjelaskan di depan persidangan ini, ya kan, apakah, ya kan, motivasi kerabat untuk menerbitkan Permendikbud 11 2020 nan tidak, nan menyebut Windows tapi tidak menyebut Chrome, ya itu adalah motivasi kerabat mau menyamarkan perbuatan saudara?" tanya jaksa.

Jaksa kemudian melanjutkan pertanyaannya mengenai motif investasi nan terjadi. Jaksa menyampaikan, saat itu, apakah betul bahwa Nadiem berupaya untuk memastikan bakal menggunakan Chrome OS dalam pertemuan dengan petinggi Google.

"Nah ini saya pengin kerabat jelaskan, apa motif kerabat menerbitkan Permendikbud tidak ke Chrome tetapi kerabat melakukan pertemuan," jelas jaksa.

"Menurut Pak Ganis sudah sepakat untuk menggunakan Chrome, lampau di situ ada investasi masuk ke perusahaan kerabat sebagai pemegang sahamnya tahun 2020 itu sebesar 59 juta dolar dan 99 juta dolar. Coba kerabat jelaskan," imbuh jaksa.

"Jelas tidak ada hubungan investasi Google terhadap publikasi Permendikbud. nan pertama adalah kebanyakan daripada investasi Google itu terjadi sebelum saya menjadi Menteri," jawab Nadiem.

"Yang kedua sudah jelas dari kesaksian Google bahwa investasi mereka setelah saya menjadi Menteri itu hanya untuk menghindari ilusi lantaran banyaknya jumlah penanammodal lain nan memasukkan duit di ronde nan sama. Jadi ini suatu perihal nan sangat lazim, Google itu menjadi bagian salah satu terkecil dari setiap ronde di 2020, 2021," pungkasnya.

(kuf/maa)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News