Nadiem Kecewa Berat: Kenapa Tuntutan Saya Lebih Besar dari Pembunuh

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, mengaku kecewa dituntut 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Dia apalagi menyebut tidak ada kata-kata nan bisa menggambarkan kekecewaannya.

“Hari ini adalah hari nan sangat, sangat, sangat mengecewakan. Mungkin tidak ada kata-kata nan bisa menjelaskan emosi saya,” kata Nadiem kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).

Nadiem juga menyesalkan tuntutan tambahan sembilan tahun penjara andaikan tidak bisa bayar duit pengganti sebesar Rp 5,6 triliun. Menurut dia, upaya untuk membangun sistem pendidikan justru dibalas dengan tuntutan pidana.

“Untuk kesalahan apa? Tidak ada kesalahan manajemen apa pun, tidak ada unsur korupsi apa pun dalam kasus saya dan seluruh masyarakat sudah mengetahui,” ujarnya.

Dia mempertanyakan besarnya tuntutan nan diterimanya dibanding perkara pidana lain. “Kenapa tuntutan saya lebih besar daripada pembunuh? Tuntutan saya lebih besar daripada teroris?” tuturnya.

Selain balasan penjara, Nadiem juga menyoroti tuntutan duit pengganti Rp5,6 triliun. Dia menilai jaksa hanya mengambil nilai puncak kekayaannya saat GoTo resmi melantai di bursa saham.

“Uang itu adalah kekayaan sah nan saya dapatkan menciptakan jutaan pekerjaan dengan saham Gojek. Itu adalah saham nan saya dapatkan di tahun 2015 dan semua pembuktiannya sudah ada, tapi tetap saja itu digunakan sebagai senjata hukum,” katanya.

Meski menghadapi tuntutan berat, Nadiem menegaskan tidak menyesal pernah berasosiasi dalam pemerintahan era Joko Widodo. Menurut dia, kesempatan membantu bumi pendidikan merupakan perihal nan tidak bisa diulang.

“Saya bakal ucapkan sekali lagi, saya tidak pernah menyesal berasosiasi dalam kementerian,” kata Nadiem.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita