Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, membantah anggaran Rp 9,9 triliun digunakan hanya untuk membeli laptop Chromebook.
Menurutnya, narasi tersebut merupakan upaya untuk mengaburkan kebenaran tata kelola keuangan. Nadiem menegaskan, anggaran nan digunakan untuk membeli Chromebook sebesar Rp 6,7 triliun.
"Jadi nomor 9,9 itu bukan semuanya untuk Chromebook. 6,7 triliun nan digunakan untuk membeli laptop Chromebook. Sisanya untuk beli proyektor, modem, Wi-Fi, dan lain-lain," jelas Nadiem dalam sidang duplik di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).
Kemudian, Nadiem menyebut total anggaran nan digunakan dari APBN kementerian sekitar Rp 2,72 triliun. Nilai ini dibagi selama tiga tahun, sehingga nan dikeluarkan per tahun Rp 800 hingga Rp 900 miliar.
"Kalau kita bandingkan ini dengan anggaran kementerian, di mana per tahunnya anggaran kementerian itu sekitar 80-an sampai 90 triliun, anggaran untuk Chromebook di bawah kementerian saja per tahun tidak sampai 1% dari anggaran," ungkap dia.
Meski nilai anggarannya kurang dari 1 persen dari anggaran kementerian per tahun, Nadiem menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan tetap melangkah sebagaimana mestinya.
Mulai dari tim kajian teknis nan disusun secara lengkap, pendampingan Jamdatun, konsultasi KPPU, hingga audit oleh BPKP. Meski tidak terlibat dalam proses teknis tersebut, Nadiem mengaku meletakkan kepercayaan besar kepada tim nan bekerja.
"Dalam proses tersebut, saya meletakkan kepercayaan kepada seluruh tim nan menjunjung tinggi asas transparansi dan efisiensi. Inilah dasar dari kepercayaan saya nan besar kepada mereka," jelas dia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·