Kiper Borneo FC Nadeo Argawinata(MI/BRIYANBODO HENDRO)
KIPER utama Borneo FC, Nadeo Argawinata, menunjukkan sikap tenang di tengah angin besar perombakan besar-besaran nan melanda skuad Pesut Etam menjelang kejuaraan Super League musim 2026/2027. Meski tim asal Samarinda tersebut kehilangan banyak pilar krusial dan melakukan pergantian di bangku kepelatihan, Nadeo menilai perihal tersebut sebagai dinamika wajar dalam industri sepak bola profesional.
Dikutip dari laman resmi I.League, Rabu (18/6/2026), mantan penjaga gawang Bali United itu menegaskan bahwa keluar-masuknya pemain adalah bagian dari strategi penyegaran tim nan sudah sering dilakukan oleh manajemen Borneo FC dalam beberapa tahun terakhir.
"Di dalam sepak bola itu perihal nan normal. Pemain datang dan pergi, dan sebagai pemain kita kudu siap dengan kemungkinan itu. Kebetulan dalam beberapa tahun terakhir Borneo FC memang selalu seperti itu, jadi sudah cukup biasa," ujar Nadeo.
Era Baru Bersama Mauro Jeronimo
Perubahan paling mencolok di kubu Pesut Etam adalah pergantian nakhoda tim. Setelah menyelesaikan musim 2025/2026, manajemen memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Fabio Lefundes dan menunjuk Mauro Jeronimo sebagai pembimbing kepala baru untuk mengarungi musim depan.
Tidak hanya di bangku pelatih, komposisi pemain asing nan menjadi tulang punggung tim musim lampau juga mengalami eksodus besar. Nama-nama seperti Kei Hirose, Christophe Nduwarugira, hingga Mariano Peralta dipastikan tidak lagi berseragam oranye musim depan. Padahal, kontribusi mereka sangat krusial dalam membawa Borneo FC finis di posisi kedua klasemen akhir BRI Super League 2025/2026.
Statistik Borneo FC Musim 2025/2026:
- Peringkat Akhir: 2 (Runner-up Super League)
- Pelatih Lama: Fabio Lefundes
- Pelatih Baru: Mauro Jeronimo
- Home Base: Stadion Segiri, Samarinda
Komitmen Tiga Tahun di Samarinda
Di tengah eksodus pemain bintang, Nadeo Argawinata justru mengambil langkah berbeda dengan menyatakan kesetiaannya kepada publik Samarinda. Pemain kelahiran Kediri ini resmi memperpanjang masa baktinya berbareng Borneo FC dengan lama perjanjian tiga tahun ke depan.
Nadeo mengungkapkan ada dua aspek utama nan membuatnya mantap bertahan: agunan menit bermain dan stabilitas finansial klub nan sehat. Meskipun dia tidak menampik adanya tawaran dari klub pesaing, kesungguhan manajemen Borneo FC menjadi penentu keputusan akhirnya.
"Sudah jelas berfaedah saat ini hanya Borneo FC nan betul-betul serius menginginkan saya. Tawaran dari klub lain memang ada, tetapi mungkin negosiasinya belum mencapai kesepakatan," pungkas kiper Timnas Indonesia tersebut.
Dengan bertahannya Nadeo, Mauro Jeronimo setidaknya telah mempunyai fondasi kuat di sektor pertahanan untuk membangun kembali kekuatan Borneo FC guna mengejar gelar juara di musim 2026/2027. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·