Nabung dari Jualan Kacang Mete, Pedagang di Jogja Bisa Berangkat Haji Plus

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pembekalan jemaah haji plus Hasuna Tour, sebelum berangkat ke Tanah Suci. Foto: Pandangan Jogja/Danang BK

Sri Widodo tidak pernah menghitung dengan pasti kapan tabungannya bakal cukup. Perempuan nan sehari-hari berdagang kacang mete, kacang bawang, dan manggleng itu hanya terus menyisihkan sedikit demi sedikit pendapatannya, kadang dalam corak perhiasan nan kelak dapat dijual kembali.

Titik kembali itu datang saat dia berkesempatan untuk menunaikan ibadah umrah.

"Waktu umrah saya berdoa, 'Gusti Allah, menawi kula wonten rejeki, pengin sowan malih'," kenangnya. Setahun setelah memanjatkan angan tersebut, Sri mendapatkan pesanan kacang senilai Rp90 juta. Uang itu langsung dipakainya untuk mendaftar haji.

Sri Widodo, penjual kacang nan tahun ini berangkat haji plus berbareng Hasuna Tour. Foto: Pandangan Jogja/Danang BK.

Jumat (8/5), Sri Widodo berangkat ke Tanah Suci, menjadi bagian dari 227 jemaah haji plus Hasuna Tour nan diberangkatkan tahun ini.

Hasuna Tour merupakan biro haji plus dan umrah tertua di Yogyakarta, berdiri sejak 1997 dengan nama PT Hasuna Intan Permata dan sekarang beraksi di bawah PT Citra Wisata Dunia.

Haji plus adalah program haji nan menggunakan kuota haji unik dari pemerintah, dengan masa tunggu lebih pendek dibanding haji reguler, di Hasuna, rata-rata berkisar enam hingga tujuh tahun. Dengan biaya nan lebih tinggi, akomodasi nan diberikan pun lebih lengkap, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga pendampingan ibadah. Penyelenggaraannya dilakukan oleh biro perjalanan ibadah unik nan telah mendapat izin resmi dari Kementerian Agama.

instagram embed

Selain Sri Widodo, ada pula pasangan muda Twin Wahyu dan Muhammad Yusron nan sudah mendaftar haji tak lama setelah menikah. Pertimbangan mereka bukan hanya soal waktu, melainkan juga kondisi fisik.

"Mumpung tetap muda dan tetap kuat. Karena jika udah di atas 40 kan kesehatan juga menurun. Apalagi haji itu kan nggak hanya Tawaf sama Sa'i, kudu di Mina selama enam hari. Jadi kudu betul-betul fisiknya maksimal," tutur Twin.

Koper-koper milik jemaah haji tampak tersusun rapi, siap dibawa menuju Tanah Suci. Foto: Pandangan Jogja/Danang BK

Hasuna Tour membekali para jemaah jauh sebelum keberangkatan. Manasik dimulai sejak satu tahun sebelumnya, tidak hanya dalam format klasikal, tetapi juga melalui manasik rombongan nan beranjak dari rumah ke rumah antarsesama jemaah.

"Tidak berakhir pada manasik nan klasikal, kita juga lakukan manasik rombongan tiap rombongan dari rumah ke rumah," kata pembimbing haji Hasuna Tour, Noor Saif.

Ia juga menjelaskan tujuan pendekatan tersebut.

"Tujuannya adalah untuk mempererat hubungan di antara mereka, keakraban membangun keakraban di antara mereka, soliditas tim, membangun kerjasama ya, saling tepo seliro, saling bertanggung jawab satu dengan nan lain," jelasnya.

Selama lebih dari 29 tahun, Hasuna telah memberangkatkan lebih dari 26.000 jemaah dari D.I. Yogyakarta, Jawa Tengah, dan beragam wilayah di Indonesia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan