Penajam Paser Utara -
Ketua MPR RI Ahmad Muzani melihat langsung progres pembangunan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Dalam kunjungan ini, Muzani turut menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto mengenai arsitektur di IKN.
"Pak Presiden sendiri dalam banyak kesempatan selalu mengatakan bahwa, IKN kudu menggambarkan tentang arsitektur ketatanegaraan kita. Ada Eksekutif, ada Legislatif, dan ada Yudikatif," kata Muzani saat menemui Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono di Kantor Otorita IKN, Kalimantan Timur, Senin (20/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muzani menyampaikan, saat ini, Presiden Prabowo pun sudah menyetujui kreasi pembangunan nan diajukan Basuki beserta jajarannya, khususnya untuk kreasi pembangunan gedung parlemen serta yudikatif. Dia pun menyampaikan apresiasinya atas kerja Basuki dan jajarannya.
"Kita sudah mendapat persetujuan dari beliau dari gambar nan dirancang oleh Pak Basuki dan kawan-kawan. Kita semua mendoakan mudah-mudahan semua prakarsa dan perencanaan nan sudah disetujui oleh Presiden bisa lancar. Amin," tutur Muzani.
"Yang juga kudu kami apresiasi adalah kesediaan Pak Basuki dan seluruh staf, 1.170 staf nan sekarang sudah menjadi penunggu IKN, luar biasa, nah, ini nan kudu mendapatkan apresiasi. Dan mudah-mudahan ini menjadi pionir bagi awal pergerakan pemerintahan nan insya Allah mungkin 2028 kita bakal pelan-pelan pindah ke sini," imbuh dia.
Dalam kesempatan ini juga, Muzani mengatakan bahwa personil legislatif baik MPR, DPR maupun DPD, bakal tetap pindah ke IKN. Dirinya menyebut perpindahan ke IKN ini bakal dilakukan secara bertahap.
"Insyaallah kita tetap bakal pindah di IKN. Nunggu gedung MPR jadi, Pak Basuki. Sekarang kita tinggal tunggu perkembangan-perkembangan pembangunannya," ujar Muzani.
Muzani mengatakan, kunjungan kali bermaksud untuk memastikan rencana kepindahan personil parlemen ke IKN. Sebab, kata dia, mengenai waktu pasti kepindahan personil parlemen ke IKN ramai diperbincangkan oleh masyarakat.
"Ini nan sebenarnya maksud kehadiran kami semua beserta para ketua MPR, untuk memastikan bahwa kapan kita bakal pindah, di mana kita bakal pindah, dan hari ini kita dapat kepastian bahwa kita bakal pindah dengan gedung nan lebih megah," jelas Muzani.
"Ini menjadi krusial lantaran pembicaraan di masyarakat, di media sosial, apalagi di tingkat politik, seringkali menjadi pembicaraan. Keputusan politik bahwa kita bakal pindah sudah, lantaran undang-undang tentang IKN sudah kita putuskan. Tapi kapannya bakal pindah itu nan menjadi masalah. Dan hari ini kami datang untuk memastikan kapan bakal pindah dan kita makin percaya bahwa kepastian pindah itu makin jelas," imbuhnya.
(kuf/lir)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·