Musim Kemarau-Paceklik, Pemerintah Percepat Bantuan Pangan ke Warga Lampung

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Mengantisipasi tekanan pangan akibat tandus panjang dan memasuki periode paceklik, pemerintah mempercepat penyaluran Bantuan Pangan kepada masyarakat nan membutuhkan. Di Provinsi Lampung, sebanyak 1.242.582 penerima support pangan (PBP) menjadi sasaran program pemerintah periode Juli-September 2026.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan kehadiran pemerintah di Lampung menegaskan komitmen untuk memastikan support segera diterima masyarakat sekaligus menjaga daya beli dan ketahanan pangan keluarga.

"Pemerintah tidak mau masyarakat menghadapi tandus dan paceklik sendirian. Bantuan pangan kudu segera sampai kepada masyarakat nan membutuhkan," ujar Zulhas dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).

Hal tersebut disampaikan saat meninjau langsung penyaluran Bantuan Pangan di Desa Pisang, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (11/9). Penyaluran Bantuan Pangan ini turut dihadiri Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani.

Di Lampung, dari total 1.242.582 PBP, realisasi penyaluran saat ini mencapai 28,85 persen. Sementara di Kabupaten Lampung Selatan terdapat 182.398 PBP, dengan realisasi penyaluran sebesar 19,37 persen.

Khusus di Desa Pisang, support diberikan kepada 233 penerima dengan total 6,9 ton beras, alias setara 30 kilogram beras per penerima untuk periode Juli-September 2026.

Pemerintah mendorong percepatan pengedaran agar seluruh Bantuan Pangan periode September dapat segera diterima masyarakat secara optimal dan tepat sasaran, terutama family pada golongan desil 1-4.

Pemerintah Siapkan Stok Hadapi Paceklik

Menghadapi potensi tandus kering dan periode paceklik, pemerintah juga memperkuat intervensi untuk menjaga pasokan dan stabilitas nilai pangan.

Pemerintah menambah alokasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras medium sebanyak 1 juta ton hingga Maret 2027. Selain itu, disiapkan SPHP jagung pakan sebanyak 150 ribu ton hingga Desember 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebijakan ini merupakan langkah antisipatif agar pasokan pangan tetap tersedia dan masyarakat tidak terbebani oleh potensi kenaikan nilai akibat tekanan produksi maupun distribusi.

"Yang kita jaga bukan hanya kesiapan beras, tetapi juga daya beli masyarakat. Karena itu, support pangan dan stabilisasi pasokan kudu melangkah bersama," ucap Zulhas.

Bantuan Pangan Berlanjut hingga Akhir Tahun

Pemerintah memastikan support kepada masyarakat penerima faedah terus berlanjut. Atas pengarahan Presiden, Bantuan Pangan bakal dilanjutkan untuk periode Oktober-Desember 2026.

Keberlanjutan program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga perlindungan sosial sekaligus ketahanan pangan masyarakat di tengah dinamika ekonomi dan kondisi produksi pangan.

Kementerian Koordinator Bidang Pangan juga terus memperkuat sinergi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BULOG, dan seluruh pemangku kepentingan agar program stabilisasi pangan melangkah efektif, tepat sasaran, dan responsif terhadap perubahan kondisi di lapangan.

Melalui percepatan Bantuan Pangan di Lampung Selatan dan penguatan stok pangan nasional, pemerintah memastikan masyarakat tetap terlindungi dan pasokan pangan tetap terjaga, terutama saat menghadapi tandus dan paceklik.

(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News