Hujan deras mengguyur Kabupaten Bandung, Jawa Barat.(Dok.MI)
MUSIM tandus di Jawa Barat tetap bakal berjalan cukup panjang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Barat memprediksi dari 41 area musim (ZOM) di wilayah ini, 63% alias 26 ZOM baru bakal memulai musim hujan pada November 2026.
"Kami memperkirakan 98% alias 40 ZOM mengalami awal musim hujan mundur dari normalnya," ungkap Kepala Stasiun Klimatologi Jabar Rahkmat Prasetia.
Sementara itu, 83% alias 34 ZOM diprediksi mempunyai sifat musim normal. Stasiun Klimatologi Jabar juga memprediksi 71% alias 29 ZOM mengalami puncak musim hujan pada Februari 2027 dan 59% alias 24 ZOM diprediksi mengalami lama musim hujan sekitar 16-18 dasarian.
"Karakter setiap Zona Musim berbeda. Waktu awal, puncak, dan lama musim hujan dapat berbeda antarwilayah," tambahnya.
Biasanya Jawa Barat apalagi pada umumnya Indonesia sudah memasuki masa transisi musim tandus ke hujan pada September alias Oktober. Namun, lantaran El Niño nan tetap berada pada level kuat, musim hujan menjadi mundur daripada normal.
Namun, Rakhmat memstikan kendati El Niño tetap memperkuat di level kuat, kekeringan di Jawa Barat diprediksi tak bakal sampai bersambung ke akhir 2026, apalagi awal 2027.
Sementara itu, pada Oktober 2026, hujan diprediksi sudah mulai turun di sebagian Purwakarta, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota dan Kabupaten Sukabumi, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Meski demikian, hujan itu belum masuk kategori musim hujan. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·