Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Sosial berbareng dengan TNI tengah menyiapkan program kerjasama pembentukan karakter para siswa Sekolah Rakyat.
Melalui program ini, sekitar 1.000 taruna Akademi Militer (Akmi) bakal diterjunkan untuk membina para siswa maupun pembimbing Sekolah Rakyat mulai Agustus 2026.
Hal ini terungkap dalam pertemuan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono berbareng Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen R Sidiharta Wisnu Graha, Kepala Staf Teritorial Letjen Bambang Trisnohadi, dan Direktur Pendidikan Akademi TNI Brigjen Ari Novian di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu lalu.
"Nanti setelah ada skema ya antara Mabes TNI dengan Kemensos, cq di bawah Kemenhan, itu kelak rencananya di tiap Sekolah Rakyat bakal ada lima taruna. Lima taruna nan bakal membimbing, baik siswa maupun guru-gurunya dalam masalah kerapian," kata Agus Jabo dikutip Jumat (26/6/2026).
Agus Jabo menjelaskan, pembinaan ini krusial untuk membentuk karakter siswa lebih disiplin dan rapi. Menurutnya, kerapian menjadi salah satu perihal nan mendapatkan atensi dari Presiden Prabowo Subianto.
"Karena memang kita butuh. Sejak awal Pak Menteri (Menteri Sosial Saifullah Yusuf) itu justru untuk mendisiplinkan dari kediaman lama ke kediaman baru di Sekolah Rakyat itu memang butuh pembinaan," paparnya.
"Dan sejak awal kita sudah minta sebetulnya ke TNI/Polri untuk ikut terlibat dalam proses pembinaan itu. Jadi jika kemudian ke depan kelak kita melaksanakan ini ya enggak ada masalah, itu (sesuai) Inpres (Inpres Nomor 8 Tahun 2025)," tegas Agus.
Sementara itu, Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen R Sidiharta Wisnu Graha menyampaikan, pihaknya bakal mengirimkan sekitar 1.000 Taruna Tingkat 1 dan Tingkat 2 untuk melaksanakan pembinaan pembentukan karakter ini di 178 titik Sekolah Rakyat.
"Nanti kami siapkan seribu orang, itu termasuk pengasuhnya Taruna. Jadi kelak Taruna nan kami kirim itu Tingkat 1 dan Tingkat 2," ujar Wisnu.
Hingga kini, Mabes TNI dan Kemensos tetap menyiapkan skema penyelenggaraan program pembinaan tersebut, sebelum aktivitas direncanakan mulai dilakukan pada awal Agustus 2026 dalam kurun waktu satu minggu.
Wisnu mengungkapkan, beberapa materi nan bakal diajarkan antara lain: langkah menyetrika baju seragam, merapikan seprei, kerapian lemari pakaian, hingga langkah menyemir sepatu.
(arj/arj)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·