Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menilai perkembangan kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI) tidak serta-merta dapat menggantikan peran manusia.
Menurutnya, AI memang bakal mengubah banyak aspek kehidupan, tetapi manusia tetap menjadi pihak nan menentukan gimana teknologi tersebut digunakan.
Hal itu disampaikan Mu’ti saat menghadiri Pelepasan Peserta Program Magang Luar Negeri Guru SMK 2026 di Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Selasa (1/9).
"Teknologi sangat penting, apalagi sangat dibutuhkan untuk bumi masa depan. Tetapi di atas semua itu nan paling menentukan tetaplah manusia," kata Mu'ti.
Mu’ti kemudian mengutip salah satu kitab nan kerap digunakannya untuk menjelaskan perkembangan AI. Menurutnya, kitab tersebut menggambarkan gimana AI bakal berkembang dan membikin bumi semakin berjuntai pada teknologi tersebut.
“Dan di kitab nan sering saya kutip itu, How AI Will Change Our World. Memang dijelaskan gimana hebatnya AI, gimana bumi bakal sangat berjuntai kepada AI,” ujarnya.
Namun, Mu’ti menilai keahlian AI tetap mempunyai batas. Dia mencontohkan AI nan dapat menjelaskan penyebab suatu penyakit hingga langkah mengatasinya, tetapi tidak dapat menggantikan manusia dalam melakukan penelitian untuk menemukan solusi tersebut.
“Tapi ada quote yang sering saya sebut dari kitab itu adalah AI bisa menjelaskan kenapa cancer itu terjadi, gimana mengatasinya. Tetapi AI tidak bisa melakukan riset gimana mengatasi cancer itu,” ucapnya.
“Dia hanya bisa menjelaskan dan bisa menarasikan, tapi dia sendiri tidak melakukan apa nan dia narasikan itu,” lanjut Mu’ti.
Karena itu, Mu’ti menekankan pentingnya posisi manusia di tengah perkembangan teknologi nan semakin pesat. Menurutnya, keahlian manusia tetap menjadi aspek utama dalam menentukan arah pemanfaatan teknologi.
“Makanya di kitab itu dijelaskan sungguh AI nan memang bakal mengubah banyak perihal dalam kehidupan kita. Tapi manusia lah nan paling menentukan di atas semua capaian dan kemajuan teknologi nan ada sekarang ini,” pungkasnya.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·