MTQ Nasional XXXI Jadi Ruang Pertemuan Daerah dan Pengembangan Penyelenggaraan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
MTQ Nasional XXXI Jadi Ruang Pertemuan Daerah dan Pengembangan Penyelenggaraan Menteri Agama Nasaruddin Umar(Dok Kemenag)

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, tidak hanya menjadi arena perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Gelaran nan berjalan hingga 20 September tersebut juga diramaikan beragam aktivitas pendukung, mulai dari seminar, diskusi, pawai hingga pameran UMKM.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, rangkaian aktivitas MTQ Nasional XXXI dirancang lebih luas sehingga tidak hanya berorientasi pada kejuaraan antarkafilah.

"Ini bukan hanya pengajian ayat suci Al-Qur’an, tapi juga saya menghadiri obrolan ya, seminar. Itu ada sekitar lima ribuan sampai enam ribuan orang nan hadir," kata Menag, Minggu (13/9).

Sejumlah ustadz dari dalam dan luar negeri turut datang dalam agenda tersebut. Salah satunya adalah Rektor Al-Azhar Kairo, Mesir.

Nasaruddin juga menyoroti adanya pengembangan dalam sejumlah bagian perlombaan MTQ tahun ini. Salah satunya terdapat pada bagian kaligrafi nan mulai memanfaatkan perangkat elektronik.

"Dan nan paling krusial buat kita di Semarang ini, bertambah beberapa bagian perlombaan, termasuk kaligrafi. Kaligrafi selama ini kan konvensional menggunakan cat warna-warni ya, tapi sekarang menggunakan elektronik," ujarnya.

Pemanfaatan teknologi apalagi diperluas dengan melibatkan kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI) dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.

"AI juga ikut terlibat di dalam MTQ kali ini," ucapnya.

Menurut Menag, penggunaan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan penyelenggaraan MTQ agar mengikuti perkembangan zaman.

Ia juga menilai penyelenggaraan MTQ di Semarang mempunyai kelebihan dari sisi lokasi. Sejumlah aktivitas dinilai lebih terkonsentrasi sehingga masyarakat, penonton, dan pengamat lebih mudah mengikuti beragam agenda nan digelar.

Selain menjadi kompetisi, Nasaruddin memandang MTQ Nasional sebagai momentum mempererat hubungan antardaerah. Pertemuan para kafilah dari beragam wilayah Indonesia dinilai menjadi kesempatan untuk saling mengenal dan memperkuat persatuan.

"Jadi, MTQ ini sekaligus juga arena silaturahmi dari beragam wilayah di Indonesia. Di sini bertanding iya, tetapi nan utama juga adalah saling mengenal dan saling bersatu," ujarnya.

Nasaruddin menilai aktivitas tersebut sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk membangun sumber daya manusia nan tidak hanya mempunyai keahlian dalam pengetahuan pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dibekali adab nan baik.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, MTQ Nasional XXXI juga memberikan ruang bagi wilayah untuk memperkenalkan potensi ekonomi dan kearifan lokal masing-masing.

Hal itu terlihat melalui pameran UMKM nan tidak hanya diikuti pelaku upaya dari Jawa Tengah, tetapi juga melibatkan beragam wilayah peserta MTQ.

"Artinya, ini merupakan suatu potensi ekonomi nan kita kembangkan dengan saling membagikan kearifan alias potensi wilayahnya masing-masing," ujar Ahmad Luthfi.

Ahmad Luthfi menyebut Jawa Tengah saat ini mempunyai nyaris 4,2 juta UMKM. Menurut dia, kehadiran peserta dari beragam wilayah dalam MTQ dapat menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring sekaligus membuka ruang kerjasama ekonomi.

"Tidak ada wilayah nan paling maju, tidak ada wilayah nan paling tertinggal. Kita tumbuh bersama," katanya.

MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 bakal berjalan sampai 20 September. Selain kejuaraan antarkafilah, agenda tersebut diisi beragam aktivitas seperti seminar, diskusi, pawai, pameran UMKM, serta aktivitas berbasis teknologi nan mempertemukan peserta dan masyarakat dari beragam daerah. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia