Feby Novalius
, Jurnalis-Selasa, 20 Oktober 2026 |15:55 WIB

MSCI Soroti Pasar Saham Indonesia, Ini 3 Masalah nan Perlu Dibenahi. (Foto: Okezone.com/IDX)
JAKARTA – Persoalan transparansi kepemilikan saham, kualitas saham beredar bebas (free float), dan pengawasan perdagangan menjadi tantangan struktural pasar modal Indonesia nan perlu dibenahi menyusul langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi perubahan pengelompokkan pasar saham Indonesia.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menegaskan, persoalan tersebut tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan akuisisi PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Menurut dia, masalah tata kelola pada sejumlah emiten telah teridentifikasi sebelum akuisisi tersebut menjadi perhatian publik.
“Tidak menjadi penyebab satu sama lain. Karena tadi tiga emiten ini kan sudah terjalin dari jauh-jauh hari, perilaku dan sebagainya,” ujar Tauhid, Selasa (20/10/2026).
Ia mengatakan, persoalan nan melibatkan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) telah menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2023. Karena itu, dia menilai terlalu awal untuk mengaitkan persoalan nan disoroti MSCI dengan tindakan korporasi satu pengusaha.
“Jadi memang terlalu awal kita mengaitkan itu,” katanya.
Transparansi Kepemilikan Saham Jadi Sorotan
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·