MPR Putuskan Gelar Ulang Cerdas Cermat di Kalbar

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) memutuskan bakal menggelar ulang final pandai jeli antar SMA di Kalimantan Barat buntut polemik penjurian nan viral dan menjadi sorotan.

Keputusan itu disampaikan Ketua MPR, Ahmad Muzani dalam bertemu pers di kompleks parlemen, Rabu (23/5). Muzani menegaskan pihaknya telah mengambil keputusan dan telah mengevaluasi kasus tersebut.

"Lomba pandai jeli (LCC) di tingkat Kalimantan Barat nan final bakal kita lakukan ulang," kata Muzani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Muzani belum mengungkap waktu penyelenggaraan ulang lombanya. MPR memastikan bakal digelar dalam waktu dekat.

Selain itu, Muzani mengatakan pihaknya juga telah memutuskan dalam final ulang, juri bakal dipilih secara independen di luar Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR. Mereka bakal diambil dari unsur akademisi di wilayah Kalimantan Barat.

"Juri nan bakal menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen," katanya.

Insiden viral dalam final lomba pandai jeli Empat Pilar MPR RI Provinsi Kalimantan Barat itu bermulai saat majelis juri memberi nilai berbeda terhadap jawaban nan sama oleh regu B dan C dalam pertanyaan rebutan.

"Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi personil BPK, keterkaitan dengan perwakilan wilayah tetap dijaga. DPR dalam memilih personil BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?" tanya pembawa aktivitas dikutip dari YouTube MPR, Senin (11/5).

Grup C dari SMAN 1 Pontianak nan menekan bel terlebih dulu menjawab bahwa personil Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.

Namun, Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita selaku majelis juri memberi nilai -5 alias menyalahkan jawaban Grup C itu.

Pertanyaan itu kemudian dilempar dan dijawab regu B dengan memberikan jawaban nan sama. Namun, juri memberikan 10 poin alias membenarkan jawaban mereka. Salah satu peserta di regu C pun langsung memprotes. Mereka menunjukkan ekspresi bingung lantaran jawabannya disalahkan meski sama.

Dyastasita tetap kekeuh dan berdasar jawaban regu C tidak menyertakan Dewan Perwakilan Daerah alias DPD. Grup C pun kembali memprotes dengan mengatakan jawaban awal telah menyertakan Dewan Perwakilan Daerah. Namun, Dyastasita tidak mengubah keputusannya.

Sementara majelis juri lainnya, ialah Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, Indri Wahyuni justru meminta agar peserta memperjelas artikulasi saat menjawab pertanyaan.

MPR belakangan menyampaikan permintaan maaf soal viral keputusan majelis juri. Wakil Ketua MPR, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, memastikan pihaknya bakal melakukan pertimbangan terhadap keahlian majelis juri dan sistem lomba.

"Kami minta maaf atas kelalaian majelis juri. Kami bakal tindak lanjuti kejadian ini," kata Abcandra dalam keterangannya, Selasa (12/5).

(thr/ugo)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional