MPMX Raih Laba Rp462 Miliar di 2025, Penjualan Mobil Bekas Naik 6%

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

 MPMX Raih Laba Rp462 Miliar di 2025, Penjualan Mobil Bekas Naik 6%

MPMX Raih Laba Rp462 Miliar di 2025, Penjualan Mobil Bekas Naik 6% (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) meraup untung bersih Rp462 miliar sepanjang 2025. Laba bersih ini turun 19% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara, pendapatan perusahaan milik Saratoga Group ini mencapai Rp16,2 triliun alias turun 1%.

Capaian keahlian ini mencerminkan dinamika industri dan normalisasi pada beberapa segmen upaya setelah mencatat pertumbuhan nan kuat pada periode sebelumnya. Namun, MPMX tetap berfokus pada menjaga disiplin operasional, efisiensi biaya, serta optimasi portofolio bisnis, guna mempertahankan keahlian nan sehat serta memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. 

"Secara keseluruhan, tahun 2025 merupakan tahun nan bergerak dan menantang secara operasional, dengan keahlian finansial nan berada di bawah capaian tahun 2024," ujar Group Chief Executive Officer MPMX Suwito Mawarwati dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Dia menambahkan, MMMX memandang dinamika pasar nan dipengaruhi oleh beragam aspek makroekonomi, termasuk tekanan terhadap daya beli masyarakat, tingkat suku kembang nan relatif tetap tinggi, serta moderasi pertumbuhan konsumsi domestik. "Kondisi tersebut tercermin pada melambatnya pertumbuhan di beberapa sektor nan mengenai dengan konsumsi, termasuk industri otomotif roda dua dan pembiayaan konsumen," katanya.

Namun demikian, tekanan di tahun 2025 menjadi momentum krusial bagi Perseroan untuk melakukan pertimbangan strategis, memperkuat fondasi operasional dan meningkatkan adaptabilitas organisasi dalam menghadapi perubahan industri nan semakin cepat.

Sepanjang tahun 2025, MPMX mendorong beragam inisiatif strategis untuk meningkatkan kualitas operasional, memperkuat kerjasama antar unit bisnis, serta meningkatkan disiplin dalam pengelolaan biaya dan proses kerja. Perseroan juga terus memperkuat kapabilitas organisasi dan tata kelola, sekaligus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam beragam aspek operasional sebagai bagian dari komitmen terhadap pembuatan nilai jangka panjang.

"Ke depan, kami memandang kesempatan pertumbuhan nan tetap terbuka seiring dengan potensi perbaikan konsumsi domestik dan meningkatnya aktivitas ekonomi. Oleh lantaran itu, Perseroan bakal terus berfokus pada penguatan upaya inti, peningkatan produktivitas operasional, serta optimasi portofolio upaya untuk memastikan Perseroan tetap kompetitif dan bisa menangkap kesempatan pertumbuhan secara berkelanjutan," ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com