Motor Listrik Nasional Ideal Versi Asosiasi, Seperti Apa?

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Touring motor listrik Polytron Fox 350 Jakarta ke Way Kambas. Foto: Dok. Polytron

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setiyadi menyambut positif wacana pemerintah nan bakal merilis motor listrik nasional. Ia berambisi prioritas keberpihakan dengan produsen dalam negeri.

"Nanti mungkin mana nan mau dijalankan pemerintah, kemarin tetap ada soal konversi, sekarang bicara nasional. Menurut saya intinya semangat bahwa kudu ada cukup banyak motor listrik untuk gantikan combustion engine (konvensional)," buka Budi kepada kumparan, Jumat (24/7/2026).

Sebagai proyek nasional, menurut Budi calon motor listrik dari negara itu idealnya tidak saja berfaedah kepada konsumen langsung, tetapi juga industri otomotif nan terlibat di dalamnya. Ia menekankan soal biaya akuisisi dan juga penyerapan komponen lokal.

"Idealnya itu mungkin dari sisi nilai harusnya terjangkau, ya. Tetapi lantaran kita ini mengedepankan nasional, semestinya nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) kudu banyak dong, sehingga nantinya punya pengaruh domino, faedah besar untuk industri," katanya.

Kunjungan ke pabrik Polytron di Sayung, Demak, Jawa Tengah untuk memandang proses perakitan motor listrik. Foto: Sena Pratama/kumparan

Dirinya meyakini, industri motor listrik dapat menjadi perangkat untuk menyerap lebih banyak komponen buatan Indonesia. Termasuk baterai berbahan nikel, sesuatu nan selalu didorong oleh pemerintah di industri otomotif. Khususnya era kendaraan elektrifikasi.

"Baterai saja kita tetap impor, padahal kita penghasil bahan bakunya nikel itu, ya. Kemudian ada Gesits, Selis, dan Polytron itu kan semua (merek) nasional, mudah-mudahan buletin bagusnya kita ikut terangkat," jelas Budi.

Belum lagi, Budi berbincang potensi keahlian ekspor motor listrik nasional dengan kapabilitas produksi dari merek lokal nan sudah ada. Menurutnya, kapabilitas produksi nan ada saat ini dari merek-merek lokal sudah cukup banyak.

"Pastinya ada dan ekspor kita sama juga dengan beberapa negara, saya sudah rapat dengan Kementerian Perdagangan, kita bakal digodok oleh perdagangan untuk bisa jualan ke luar," paparnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan