Feby Novalius
, Jurnalis-Kamis, 08 Oktober 2026 |21:32 WIB

Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Okezone.com/AHM)
JAKARTA — Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, diproyeksikan memberikan akibat ekonomi nasional hingga mendekati Rp5 triliun.
Ajang balap motor internasional nan berjalan pada 9–11 Oktober 2026 tersebut dinilai menjadi katalis utama pergerakan ekonomi wilayah dan nasional, khususnya pada sektor pariwisata, akomodasi, transportasi, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyatakan bahwa faedah dari arena ini dirancang untuk memberikan akibat berkepanjangan bagi masyarakat.
"MotoGP Mandalika bukan sekadar tiga hari balapan. Event ini menjadi katalis untuk mengembangkan destinasi, memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus membawa Indonesia dan Mandalika ke panggung global," ujar Maya dalam rapat koordinasi lintas sektor di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Selain potensi akibat ekonomi triliunan rupiah, gelaran tahun kelima sejak 2022 ini menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja lokal dan melibatkan 600 UMKM. Tren jumlah penonton pun terus meningkat, dari 102.929 orang pada 2023 menjadi 140.324 orang pada 2025.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·