Moody’s Beri Outlook Negatif Danantara Investment Management, Ini Alasannya

Sedang Trending 47 menit yang lalu
Moody’s Beri Outlook Negatif Danantara Investment Management, Ini Alasannya Outlook Negatif Danantara Investment Management dari Moody's.(Dok. Antara)

LEMBAGA pemeringkat internasional Moody’s Ratings menetapkan peringkat sementara (P) Baa2 untuk program Global Medium-Term Note (MTN) senior tanpa agunan milik Danantara Investment Management (DIM). Meski ranking ini setara dengan level kedaulatan Indonesia, Moody’s menyematkan prospek alias outlook negatif terhadap seluruh ranking nan diberikan kepada DIM.

Keputusan tersebut mencerminkan keterkaitan erat antara DIM dengan Pemerintah Indonesia sebagai pemegang kendali tidak langsung melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). V

ice President dan Senior Analyst Moody’s Ratings, Rachel Chua, menjelaskan bahwa ranking DIM ditopang oleh hubungan kelembagaan nan kuat serta ekspektasi support pemerintah jika diperlukan.

“Peringkat penerbit Baa2 Danantara Investment Management dengan prospek negatif sejalan dengan ranking kedaulatan Pemerintah Indonesia (Baa2 negatif), nan didukung oleh keterkaitan angsuran nan kuat,” ujar Chua dalam laporan resmi nan dikutip Rabu (3/6).

Moody’s menilai ranking DIM lebih banyak ditentukan oleh hubungan institusional dibandingkan kekuatan esensial mandiri. Hal ini dikarenakan DIM tetap berada pada tahap awal pengembangan dan belum mempunyai rekam jejak operasional nan panjang. Sebagai entitas Government Related Issuer (GRI), DIM mempunyai landasan norma kuat melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 dengan pengawasan ketat dari pemerintah dan DPR.

Dari sisi finansial, likuiditas DIM dinilai sangat kuat. Perusahaan telah menerima suntikan modal awal sebesar Rp70 triliun dari BPI Danantara pada 2025 dan diproyeksikan mendapat tambahan Rp50 triliun pada 2026. Selain itu, DIM telah mengakses pendanaan eksternal melalui publikasi Patriot Bonds senilai Rp68,4 triliun serta akomodasi angsuran bergulir sebesar US$10 miliar.

Meskipun profil likuiditas kokoh dan tidak ada utang jatuh tempo dalam dua hingga tiga tahun ke depan, outlook negatif tetap diberikan mengikuti status ranking kedaulatan Indonesia. Moody’s menegaskan ranking DIM berisiko turun jika ranking kedaulatan Indonesia melemah alias terjadi pelonggaran hubungan kelembagaan antara perusahaan dengan pemerintah. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia