
Gejala dan penularan Monkey Malaria. (Foto: dok Freepik/erik-karits)
JAKARTA - Dunia kesehatan kembali menyorot soal penyakit Malaria Knowlesi alias Monkey Malaria nan kembali melonjak di Malaysia dengan 357 kasus dan satu kematian. Di Indonesia pun sudah muncul di Aceh dengan penanganan nan cukup terkendali.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Inke Nadia Diniyanti Lubis mengatakan, Malaria Knowlesi merupakan penyakit malaria nan disebabkan oleh parasit plasmodium knowlesi nan menginfeksi monyet dan tertular kepada manusia melalui gigitan nyamuk nan membawa parasit tersebut dari monyet.
Ia menjelaskan bahwa penularan dari penyakit ini biasanya terjadi di wilayah nan dekat dengan rimba alias di lingkungan masyarakat nan terbiasa masuk ke dalam hutan.
“Terkadang monyet ini tidak meninggalkan habitatnya alias tidak meninggalkan hutan, mungkin sesekali saja keluar dari tempat hutan, masuk ke tempat perkebunan. Namun nyamuk lah nan bergerak alias berdistribusi di wilayah rimba dan juga di pinggir hutan, sehingga setelah menggigit monyet nan terinfeksi, dia beresiko untuk menggigit perseorangan nan mungkin melakukan perjalanan ke dalam hutan, ataupun di pinggiran hutan, apalagi sampai ke desa tadi,” ujarnya dalam media briefing “Mengenal Monkey Malaria” secara daring, Rabu (13/5/2026).
Bagaimana Monkey Malaria Bisa Menyebar?
Dokter Inke mengungkapkan bahwa hanya jenis nyamuk tertentu seperti Anopheles nan bisa membawa alias mendistribusikan penularan virus tersebut dari monyet kepada manusia. Terlebih, pola penularan hanya bisa terjadi jika ketiga faktor, ialah monyet, nyamuk dan manusia berada dalam satu lingkungan.
“Jadi ketiga perihal ini nan menyebabkan terjadinya ada jangkitan pada manusia. Tidak bisa ada nyamuknya dan ada manusia, tetapi nyamuknya tidak ada, tentu tidak bakal terjadi penularan. Ataupun jika misalnya di rimba hanya ada monyet dan nyamuk, nah kemudian tidak ada penularan kepada manusia,” katanya.
Tetap Waspada! Ini Gejala-gejala Monkey Malaria
Gejala-gejala nan terjadi pada manusia saat terdampak Malaria Knowlesi ini belum bisa dibedakan dengan jenis malaria lainnya. Namun, tetap waspada jika ada tanda-tanda nan muncul, seperti demam dengan siklus tertentu alias naik turun, menggigil, berkeringat, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, lemas, mual muntah disertai batuk dan nyeri perut. Bahkan gejala-gejala itu bisa menyebabkan sesuatu nan lebih parah lantaran siklus dari parasit nan cepat.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·