Dia lantas mengenang momen pertemuannya dengan Pramono nan saat itu menjabat Seskab. Teddy menceritakan dirinya tetap menjadi pegawai mini nan kerap mengantar arsip untuk keperluan presiden.
"Sepuluh tahun lampau kira-kira, saya bertemulah dengan Pak Seskab Pramono Anung kala itu. Kerjaanku antar-antar berkas di awal-awal itu. Diketahui namanya pun tidak, orang tahu nama dari name tag," tutur Teddy.
Namun, Teddy senang saat Pramono mengenal dan mengetahui namanya nan saat itu tetap berkedudukan Letnan Satu. Menurut dia, Pramono pun acap kali mengajarinya dengan sabar.
"Beliau, di mana pun saya berada, tahu nama saya. Pegawai mini kala itu diketahui namanya, itu senangnya bukan main. Saya sering sekali diajari oleh beliau. Saya ingat banget Pak, waktu itu Bapak panggil saya 'Ted'," jelas dia.
Teddy pun menampilkan sejumlah foto lawas dirinya saat tetap menjadi ajudan Jokowi. Tampak Teddy dan Pramono mendampingi Jokowi masuk ke ruang rapat.
"Ini dulu Pak, waktu tetap letnan mini itu. Saya hanya nganter berkas, berkasnya nan bikin beliau (Pramono)," katanya.
Dia mengaku selalu mengingat pesan Pramono untuk selalu membantu orang nan memerlukan bantuan. Teddy menilai Pramono sosok pejabat nan selalu memperhatikan dan menjaga para pegawainya.
"Sepuluh tahun lampau sudah sampaikan, 'Ted, Anda beruntung sekali bisa di sini. Manfaatkan itu. Kalau bisa bantu orang, bantu orang. Dipercaya Presiden itu sulit, dan Anda saya rasa punya keahlian untuk itu, jadi manfaatkan'," ujar Teddy mengenang pesan Pramono.
"Saya ingat banget, itu berulang kali beliau sampaikan. Kebaikan dan perhatian beliau ini diberikan kepada pegawai, menurut saya bukan lantaran saat itu menjadi pegawai saja, tapi setelahnya tetap dirawat dan dipelihara. Sehingga sangat tepat beliau menjadi Gubernur DKI Jakarta saat ini," imbuh dia.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·