Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menghadiri pertemuan di Perpustakaan Kepresidenan Boris Yeltsin, Saint Petersburg, Rusia, Senin (27/4/2026). (Dmitri Lovetsky/Pool via REUTERS)
Dalam pertemuan tersebut Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada Abbas Araqchi bahwa dia berambisi rakyat Iran bakal bisa melewati apa nan dia gambarkan sebagai "masa sulit" dan bahwa perdamaian bakal segera terwujud. (Dmitri Lovetsky/Pool via REUTERS)
Diktuip dari Reuters, Rusia telah menawarkan untuk menjadi mediator guna membantu memulihkan ketenangan di Timur Tengah setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran. (Dmitri Lovetsky/Pool via REUTERS)
Rusia juga berulang kali menawarkan untuk menyimpan uranium nan diperkaya Iran sebagai langkah untuk meredakan ketegangan, tawaran nan belum diterima oleh Amerika Serikat. (Dmitri Lovetsky/Pool via REUTERS)
Tahun lampau Iran menandatangani perjanjian kemitraan strategis 20 tahun dengan Moskow, Rusia sedang membangun dua unit nuklir baru di Bushehr, letak satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir Iran, dan Iran memasok Rusia dengan drone Shahed untuk digunakan melawan Ukraina. (Dmitri Lovetsky/Pool via REUTERS)
Araqchi mengatakan hubungan antara Rusia dan Iran bakal terus menguat dan berterima kasih kepada Putin atas support Moskow, seperti nan dilaporkan oleh instansi buletin negara RIA. (Dmitri Lovetsky/Pool via REUTERS)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·