Momen Prabowo Telepon di Tengah Rapat, Minta Tambahan Alat untuk Atasi Karhutla

Sedang Trending 28 menit yang lalu
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto sempat berkomunikasi lewat telepon di tengah rapat terbatas penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Dalam telepon itu, Prabowo meminta penambahan perangkat untuk penanganan Karhutla nan dibutuhkan di Kalteng.

Rapat itu digelar di Posko Satgas Udara, Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (22/8/2026). Prabowo awalnya mendengarkan laporan dari Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib nan menyampaikan bahwa sepanjang 1 Januari hingga 22 Agustus 2026 tercatat 19.992 titik panas alias hotspot di wilayah Kalimantan Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada periode nan sama, sebanyak 1.639 kejadian karhutla dilaporkan dengan luas lahan nan telah ditangani mencapai 4.499,21 hektare.

"Data ini berasas laporan harian dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah nan setiap hari kami himpun di Pusdalops Satgas Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah," ujar Ahmad Toyib.

Sementara berasas kajian satelit Kementerian Kehutanan, luas karhutla di Kalimantan Tengah tercatat mencapai 7.634,46 hektare alias berada pada urutan kesembilan secara nasional. Sebanyak 13 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah juga telah menetapkan status siaga darurat musibah karhutla.

Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Satgas Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah telah melibatkan sekitar 10.700 personel. Mereka berasal dari beragam unsur, antara lain BPBD, Dinas Kehutanan, pemadam kebakaran, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, serta beragam potensi masyarakat lainnya.

Ahmad Toyib turut menyampaikan apresiasi atas perhatian dan support pemerintah pusat dalam penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Dukungan tersebut, menurutnya, antara lain diberikan melalui supervisi langsung sejumlah kementerian dan lembaga hingga support sarana dan prasarana untuk operasi pemadaman.

"Ucapan terima kasih nan tak terhingga kami sampaikan kepada Bapak Presiden nan melalui kementerian teknis juga telah memberikan supervisi penanggulangan karhutla kepada Provinsi Kalimantan Tengah, ialah dengan kunjungan Kepala BNPB, Bapak Menko Polkam, Bapak Menhut, dan Bapak Wamenko bagian Pangan nan sudah memberikan supervisi dan pengarahan kepada kami dalam penyelenggaraan penanggulangan karhutla sampai dengan hari ini," ungkapnya.

Dalam rapat tersebut, Prabowo turut menggali secara langsung kebutuhan tambahan di lapangan. Saat ditanya mengenai support helikopter water bombing, Ahmad Toyib menyampaikan bahwa empat unit telah beraksi dan tambahan armada tetap dibutuhkan untuk meningkatkan efektivitas pemadaman.

"Mohon izin penambahan jika bisa 2 sampai 3 unit lagi Bapak Presiden," ujar Ahmad Toyib.

Prabowo juga menanyakan kebutuhan pompa air untuk memperkuat operasi pemadaman darat. Menjawab pertanyaan Prabowo, Ahmad Toyib menyebut Kalimantan Tengah tetap memerlukan tambahan dalam jumlah cukup besar sekitar 100 sampai 200 unit.

Prabowo lantas langsung mengambil langkah untuk menindaklanjutinya, termasuk dengan melakukan komunikasi melalui sambungan telepon di tengah rapat. Langkah tersebut menunjukkan perhatian Prabowo untuk memastikan kebutuhan personel dan peralatan di lapangan dapat segera dipenuhi guna mempercepat pengendalian karhutla.

Dalam rapat tersebut, Prabowo juga terhubung melalui konvensi video dengan jejeran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Melalui sambungan tersebut, Prabowo menerima laporan langsung dari Gubernur Kalimantan Selatan berbareng jejeran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengenai perkembangan situasi serta upaya penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.

(eva/azh)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News