Momen Prabowo Sapa Gubernur Sherly Tjoanda: Seperti Menang Piala Citra

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Sambutan meriah masyarakat atas kehadiran Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda saat Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6) mencuri perhatian Presiden RI Prabowo Subianto.

Momen itu terjadi saat Prabowo pidato di aktivitas tersebut seraya menyapa satu per satu kepala wilayah nan datang di lokasi.

Ketika Prabowo memanggil nama Sherly disambut meriah warga nan datang memenuhi letak tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda," kata Prabowo disambut sorak sorai masyarakat.

Prabowo pun tersenyum memandang reaksi penduduk tersebut. Setelah sorakan mereda, Prabowo melanjutkan bicara.

Sherly juga berdiri seraya tersenyum lebar saat dipanggil Prabowo dan disambut hangat hadirin di lokasi.

"Seperti menang Piala Citra," kata Prabowo berseloroh.

Sherly menjabat sebagai Gubernur Malut sejak 20 Februari 2025. Ia didapuk sebagai Gubernur Malut usai memenangkan pertarungan di Pilkada 2024.

Ia maju didampingi Sarbin Sehe nan sukses mengalahkan tiga kandidat lainnya. '

Saat itu, mereka didukung Partai Demokrat, PAN, PPP, PKB, hingga Gelora.

Sementara itu dalam puncak Penas Petani dan Nelayan ini, Prabowo kembali menyindir master nan dinilainya tidak patriotik dengan kepentingan bangsa.

Ia menyampaikan itu dalam konteks ada master nan disebut mendukung kebijakan impor beras, sehingga merugikan petani Indonesia.

"Banyak pakar-pakar nan pintar-pintar, sampai sekarang tetap menganggap dirinya pandai mengatakan untuk apa kita memihak petani Indonesia," kata Prabowo dalam pidatonya di acara itu.

Prabowo lantas bercerita pengalamannya saat dulu dia menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Saat itu, dia menemui Menko Perekonomian nan dijabat Aburizal Bakrie untuk menyampaikan aspirasi menolak rencana impor beras oleh pemerintah kala itu.

Menurutnya, kepada Aburizal, langkah impor beras hanya bakal merugikan petani Indonesia, khususnya di saat bakal masa panen.

"Apalagi impor beras pada saat petani mau panen, hancur nilai untuk petani. Petani kita tidak bisa untung, tidak kembali modal," katanya.

Setelahnya, Prabowo mengatakan aspirasinya itu justru ditolak oleh salah satu penasihat Aburizal kala itu nan justru mendorong langkah impor beras tersebut.

[Gambas:Youtube]

(mnf/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional